Melihat Peluang Wisata Sungai, Cafe Bintang Watumere Sukses Gaet Wisatawan Lokal
- 04 Jun 2026 16:37 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, ENDE — Destinasi wisata kuliner Cafe Bintang Watumere di Kilometer 09 Jalan Jurusan Ende - Maumere, Kelurahan Roworena, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur kini menjelma menjadi salah satu tempat bersantai favorit masyarakat. Mengandalkan panorama aliran sungai yang asri, tempat usaha ini menawarkan konsep rest area ramah keluarga yang memadukan pesona alam dengan kehangatan panganan lokal.
"Kita buat dengan tempat-tempat duduk untuk istirahat agar orang tua bisa bersantai saat anak-anak mereka mandi di kali," ujar Yakobus Meno selaku pemilik Cafe Bintang Watumere saat ditemui langsung di lokasi usahanya pada Minggu, 31 Mei 2026. Sejak merintis dari tahun 2021 dengan modal swadaya memanfaatkan kayu dan bambu kebun sendiri, fasilitas pondok santai miliknya kini telah berkembang pesat dari lima unit menjadi tiga belas unit lopo.
"Pembangunan penambahan lopo ini menggunakan dana pinjaman BRI karena kami melihat antusiasme masyarakat Ende yang selalu membeludak setiap akhir pekan," ungkap Yakobus. Ia juga menceritakan jika perjalanan kafe ini tidak lepas dari dukungan seng bekas sumbangan sang adik, hingga bantuan material dari mantan Wakil Bupati Ende, Erik Rede, yang sempat singgah menikmati sajian ikan nila bakar hasil kolam budidaya keluarganya.
Daya tarik utama yang menjadi primadona bagi para pengunjung di kafe pinggir sungai ini adalah sajian jagung bakar segar. Kuliner sederhana tersebut terbukti ampuh memanjakan lidah para pelancong yang sedang melakukan perjalanan lintas kabupaten maupun warga Kota Ende yang sengaja datang melepas penat.
Demi menjaga kualitas kesegaran hidangan, pihak pengelola secara konsisten menerapkan sistem pemberdayaan bagi sektor pertanian di wilayah sekitar. Pasokan bahan baku utama tidak hanya mengandalkan daerah Mbai, melainkan memprioritaskan hasil panen para petani lokal yang berada di kawasan terdekat.
"Selain dari Mbai, kami mengutamakan petani lokal seperti dari Kilometer 5 dan Loko Boko jika persediaan mereka sedang ada," ucap Yakobus. Skala permintaan pasar yang tinggi membuat perputaran komoditas agribisnis di tempat rekreasi ini berdampak langsung pada pendapatan harian masyarakat agraris.
Memasuki masa liburan atau akhir pekan, volume kunjungan konsumen yang datang dilaporkan melonjak berkali-kali lipat dari hari biasanya. Kondisi tersebut otomatis memicu peningkatan kebutuhan pasokan bahan makanan hingga mencapai angka yang cukup fantastis untuk ukuran usaha mikro.
"Kalau akhir pekan, dalam satu hari kami minimal menghabiskan seratus batang jagung dan akan terus mencari tambahan jika stoknya kurang," ujar Yakobus menyudahi pembicaraan. Kehadiran ruang rekreasi kreatif ini menjadi bukti nyata bahwa optimalisasi potensi alam lokal yang dikelola secara tekun mampu menggerakkan roda ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....