Krisis Air Bersih Meluas di Sikka, Harga Tangki Tembus Rp1 Juta
- 06 Okt 2026 10:25 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini dipicu mengeringnya sejumlah sumber mata air serta dampak gempa Flores yang turut mengganggu ketersediaan air bagi warga.
Di tengah keterbatasan tersebut, harga air tangki mengalami lonjakan tajam dan semakin sulit dijangkau masyarakat. Di Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng, satu tangki air dijual sekitar Rp500 ribu, sedangkan di Desa Hebing, Kecamatan Mapitara, harganya mencapai Rp1 juta per tangki.
Kepala Puskesmas Mapitara, Lusia Lero, mengatakan kelangkaan air juga dirasakan tenaga kesehatan yang bertugas di fasilitas tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, para tenaga kesehatan bahkan harus patungan membeli air tangki ketika persediaan mulai menipis.
“Kami patungan, kalau air sudah menipis, harganya satu juta bahkan satu juta lebih per tangki, kami pernah beli air,” ujar Lusia, Sabtu 3 Oktober 2026. Kondisi itu membuat kebutuhan air menjadi beban tambahan bagi para tenaga kesehatan di tengah aktivitas pelayanan kepada masyarakat.
Untuk menghemat persediaan air, sebagian tenaga kesehatan terpaksa berjalan kaki menuju kali yang berjarak sekitar satu kilometer dari puskesmas. Air dari kali digunakan untuk kebutuhan mandi dan mencuci agar stok air bersih di puskesmas dapat diprioritaskan untuk kebutuhan pelayanan.
Krisis air juga dirasakan pasien dan keluarga yang menjalani perawatan di Puskesmas Mapitara. Keluarga pasien harus membawa air dari rumah atau mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan selama mendampingi anggota keluarga yang dirawat.
Situasi tersebut mulai mendapat bantuan setelah Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sikka mendistribusikan air bersih ke Puskesmas Mapitara. Bantuan tersebut juga dilengkapi satu unit tandon untuk membantu menampung persediaan air di fasilitas kesehatan tersebut.
“Saya mewakili teman-teman Puskesmas Mapitara mengucapkan banyak terima kasih kepada PMI Provinsi NTT dan PT Ciputra yang sudah membantu kami memberikan air dan satu buah tandon,” kata Lusia. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan kebutuhan air bersih bagi tenaga kesehatan maupun pasien selama krisis berlangsung
Sementara itu, warga Desa Wolomotong menghadapi pilihan yang berbeda sesuai kemampuan ekonomi masing-masing. Warga yang memiliki uang dapat membeli air tangki, sedangkan mereka yang tidak mampu terpaksa mencari air di sejumlah kali yang masih tersedia di wilayah desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....