Trauma Healing hingga Deteksi TBC, Upaya Pemulihan Warga Riti Berlanjut
- 06 Okt 2026 11:01 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende- Pemulihan warga Desa Riti, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, setelah gempa bumi tidak hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga pendampingan psikologis dan penguatan kemampuan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberdayaan keluarga dalam merawat kesehatan pascabencana, termasuk trauma healing dan pelatihan kader kesehatan untuk membantu menemukan kasus TBC sejak dini.
Dosen Prodi D-III Keperawatan, Maria Salestina Sekunda, SST., M.Kes., Ners, Sabtu 3 Oktober 2026 di Desa Riti, mengatakan kondisi fisik sebagian besar warga, baik anak-anak, orang dewasa maupun lansia, relatif baik dan tidak mengalami trauma fisik akibat gempa. Namun, dari sisi psikologis, sebagian warga masih mengalami ketakutan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan hingga memilih tidur di luar rumah karena khawatir berada di dalam bangunan.
Maria Sekunda menegaskan, Untuk membantu mengurangi ketakutan tersebut, anak-anak diberikan trauma healing melalui kegiatan bermain dan bernyanyi. Sementara orang dewasa diberikan latihan relaksasi dan distraksi sebagai upaya membantu mengelola rasa takut dan kecemasan yang masih dirasakan setelah bencana.
Ia menjelaskan, keluarga memiliki peran penting dalam melanjutkan proses pemulihan setelah kegiatan pengabdian masyarakat selesai. Dukungan emosional, suasana rumah yang menenangkan, serta perhatian terhadap perubahan perilaku anggota keluarga dinilai dapat membantu warga melewati dampak psikologis pascagempa.
Selain trauma healing, pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pelatihan kader kesehatan dalam upaya penemuan kasus TBC di Desa Riti. Kader dibekali pengetahuan mengenai TBC, cara melakukan kunjungan rumah, serta teknik komunikasi dalam melakukan skrining untuk mengenali warga yang memiliki tanda atau gejala yang perlu diperiksa lebih lanjut, ujarnya.
Menurutnya, peran kader sangat penting karena kondisi geografis Desa Riti cukup sulit dijangkau dan fasilitas serta tenaga kesehatan masih terbatas. Kader yang tinggal dekat dengan masyarakat dapat menjadi penghubung antara warga dan tenaga kesehatan untuk membantu menemukan persoalan kesehatan sejak dini.
Ia menambahkan, Hingga kegiatan berlangsung, belum ada warga yang teridentifikasi memiliki tanda atau gejala TBC. Meski demikian, pelatihan tetap diberikan sebagai bekal bagi kader agar mampu menjalankan perannya dalam pemantauan kesehatan masyarakat dan membantu mencegah kemungkinan penularan penyakit.
Maria Sekunda berharap keluarga di Desa Riti dapat terus memberikan dukungan kepada anggota keluarga yang masih mengalami ketakutan pascagempa. dan berharap keterampilan kader dalam melakukan kunjungan rumah dan skrining TBC terus diterapkan sehingga warga lebih cepat memperoleh pertolongan ketika ditemukan tanda-tanda gangguan kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....