Mutiara Pagi Ajak Umat Menghasilkan Buah Kehidupan Bermakna
- 05 Okt 2026 08:16 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Program Mutiara Pagi mengajak umat Katolik menyadari bahwa kehidupan merupakan kepercayaan dari Tuhan yang harus dikelola dan menghasilkan buah kebaikan. Pesan tersebut disampaikan dalam renungan Mutiara Pagi pada Minggu, 4 Oktober 2026, melalui refleksi tentang perumpamaan kebun anggur.
Penyuluh Agama Katolik Kemenag Ende, Yasinta Matro Situ, S.Ag., menjelaskan manusia bukanlah pemilik mutlak atas kehidupan, melainkan pengelola atas segala sesuatu yang dipercayakan Tuhan. Karena itu, kesehatan, keluarga, pekerjaan, harta, jabatan, kemampuan, dan waktu perlu digunakan secara bertanggung jawab untuk menghasilkan kebaikan.
Menurut Yasinta, buah kehidupan tidak selalu berupa pencapaian besar, kekayaan, atau popularitas, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. “Hidup bukan hanya tentang apa yang kita terima dari Tuhan, tetapi juga tentang buah apa yang kita hasilkan dari kepercayaan yang Tuhan berikan,” ujar Yasinta.
Keluarga menjadi salah satu tempat utama bagi umat untuk menghasilkan buah kehidupan melalui kasih, kesetiaan, pengampunan, dan kepedulian. Umat diajak untuk tidak hanya menuntut perubahan dari pasangan atau anggota keluarga, tetapi terlebih dahulu melihat kontribusi diri dalam menghadirkan kedamaian di tengah keluarga.
Renungan tersebut juga mengingatkan umat agar tidak melupakan Tuhan ketika menerima berkat, jabatan, kekayaan, pendidikan, maupun kemampuan. Semua yang dimiliki dipandang sebagai titipan yang pada waktunya harus dipertanggungjawabkan melalui sikap melayani dan kepedulian terhadap sesama.
Selain itu, umat diajak membangun perubahan dari dalam diri dengan membersihkan hati dari kebencian, iri hati, kesombongan, dan egoisme. Sikap mengampuni, bersyukur, mendengarkan, meminta maaf, serta memberikan perhatian kepada orang lain disebut sebagai bentuk nyata menghasilkan buah yang baik.
Menutup renungan, umat diajak menjalani kehidupan dengan tetap berusaha, berdoa, dan berharap kepada Tuhan ketika menghadapi berbagai persoalan. “Jangan hanya menunggu untuk dikasihi, mari kita mulai mengasihi; jangan hanya menunggu dimaafkan, mari kita mulai mengampuni,” ujar Yasinta, mengajak umat menghadirkan kasih Tuhan bagi orang lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....