Iman Harus Diwujudkan Melalui Sikap dan Perbuatan
- 22 Sep 2026 12:42 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Kehidupan iman tidak cukup hanya dengan mendengarkan sabda Tuhan, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Ende, Kristiana Songo, S.Ag., dalam siaran Mutiara Pagi Katolik, Selasa, 22 September 2026.
Pesan tersebut disampaikan dalam renungan berdasarkan bacaan Kitab Amsal dan Injil Lukas. Kristiana mengajak umat agar sabda Tuhan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi masuk ke dalam hati dan mengubah cara hidup.
Dalam Injil Lukas, Yesus mengajarkan bahwa orang yang menjadi ibu dan saudara-Nya adalah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Kristiana, sabda tersebut menunjukkan bahwa mendengarkan firman Tuhan perlu dilanjutkan dengan tindakan nyata.
| Baca juga: San Jose Youth Day Jadi Ruang Pembinaan OMK |
Iman tidak hanya terlihat dari seberapa sering seseorang mendengarkan sabda Tuhan, tetapi juga dari bagaimana sabda tersebut diterapkan dalam kehidupan. Ia mengatakan, wujud iman dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, seperti mengasihi keluarga, bersikap sabar, rela berkorban, peduli terhadap sesama, serta bersedia membantu orang lain.
Kristiana menambahkan, iman juga diuji ketika seseorang menghadapi persoalan, kekecewaan, kegagalan, sakit, maupun berbagai situasi sulit dalam kehidupan. Bacaan dari Kitab Amsal, lanjutnya, mengingatkan umat agar tidak hanya mengandalkan rencana dan kemampuan sendiri.
"Ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan, umat tetap diajak berusaha sekaligus menyerahkan hasilnya kepada Tuhan dan membuka hati terhadap kehendak-Nya," katanya.
Kristiana mengajak umat menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk melakukan satu kebaikan sederhana. Kebaikan itu dapat diwujudkan dengan menghubungi orang tua, meminta maaf, berbicara dengan lembut kepada anak, membantu tetangga, bekerja dengan jujur, maupun mengampuni orang lain.
“Mendengarkan sabda Tuhan membuka hati kita kepada-Nya, tetapi melakukan kehendak-Nya membuat iman kita nyata dalam kehidupan,” ujar Kristiana.
Ia berharap umat tidak hanya dikenal sebagai orang yang mendengarkan sabda Tuhan, tetapi juga mampu menunjukkan iman melalui sikap dan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....