Manggarai Barat Susun Desain Olahraga Daerah untuk Persiapan PON 2028

  • 04 Okt 2026 05:48 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mulai menyusun Desain Olahraga Daerah (DOD) sebagai pedoman pembangunan olahraga sekaligus persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Manggarai Barat menjadi salah satu daerah tuan rumah PON 2028 untuk cabang olahraga sepak bola putri dan layar.

Penyusunan DOD dibahas dalam rapat yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Manggarai Barat di Ruang Rapat MBG, Kantor Bupati Manggarai Barat, Kamis 17 September 2026.

Rapat tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi antarorganisasi perangkat daerah (OPD), sekaligus membahas arah, tahapan, dan kebutuhan dalam penyusunan desain olahraga daerah.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Pius Baut, meminta Dinas PKO menyiapkan seluruh kebutuhan penyusunan DOD secara terukur, termasuk menentukan tahapan dan jangka waktu pelaksanaannya.

“Apa yang kita buat ke depan? Ada durasi waktunya,” ujar Pius.

Menurutnya, data dasar dan peta potensi olahraga yang telah dimiliki Dinas PKO dapat menjadi modal awal dalam penyusunan DOD. Selanjutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan peta jalan (road map) yang mengacu pada peraturan menteri dan peraturan bupati sebagai dasar pelaksanaan.

“Rapat ini awal untuk samakan persepsi,” katanya.

Kepala Dinas PKO Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Gias, mengatakan penyusunan DOD diharapkan menghasilkan langkah-langkah strategis untuk pengembangan olahraga daerah, termasuk mempersiapkan Manggarai Barat sebagai tuan rumah PON 2028.

“Harapannya dengan Peraturan Bupati tentang DOD yang akan dirumuskan akan ada langkah-langkah strategis untuk mempersiapkan PON 2028, bahwa Mabar menjadi salah satu tuan rumah untuk cabang olahraga bola kaki putri dan layar,” kata Agustinus.

Ia menjelaskan, rapat tersebut masih bersifat informatif dan akan dilanjutkan dengan pembahasan berikutnya. Setiap OPD nantinya akan mendapatkan tugas dan fungsi sesuai kebutuhan penyusunan DOD melalui surat keputusan (SK).

Agustinus mengatakan, pemerintah daerah juga sepakat menyusun peta jalan terlebih dahulu sebelum merumuskan desain olahraga daerah secara menyeluruh.

“Kami sepakat bahwa sebaiknya kami siapkan road map dulu baru pada desainnya,” ujarnya.

Dalam materi yang dipaparkan Dinas PKO, DOD diarahkan menjadi pedoman tata kelola olahraga yang terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), akademisi, serta pihak swasta.

Penyusunan DOD juga mengacu pada empat pilar pembinaan olahraga dalam Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional, yakni pendidikan, olahraga masyarakat, olahraga prestasi, dan industri olahraga.

Keempat pilar tersebut mencakup pengembangan olahraga di lembaga pendidikan, peningkatan partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga, pembinaan atlet secara terencana dan berkelanjutan, serta pengembangan industri olahraga yang dapat mendukung pariwisata dan perekonomian daerah.

Guna mendukung penyusunan DOD, Dinas PKO membutuhkan data sekunder dari OPD terkait. Masukan tersebut akan menjadi bahan pembahasan lanjutan, termasuk dengan melibatkan pakar yang memiliki kompetensi dalam penyusunan desain olahraga daerah.

Melalui penyusunan DOD, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menargetkan pembangunan olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi atlet, tetapi juga peningkatan kebugaran masyarakat, pengembangan olahraga di bidang pendidikan, serta pemanfaatan potensi olahraga untuk mendukung pariwisata dan perekonomian daerah.

Sejumlah pimpinan dan perwakilan OPD terkait turut hadir dalam rapat tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....