Kecamatan Komodo Dominasi Perdagangan dan Industri Manggarai Barat
- 02 Okt 2026 13:29 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Kecamatan Komodo menjadi pusat utama aktivitas perdagangan dan perindustrian di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sepanjang Januari-Juni 2026. Dari 655 proyek unik yang tercatat dalam Profil Perdagangan dan Perindustrian Manggarai Barat, sebanyak 466 proyek atau sekitar 71,1 persen berada di Kecamatan Komodo.
Profil yang disusun Dinas Perdagangan dan Perindustrian Manggarai Barat itu menggabungkan data perdagangan 2021-2025 dengan data perdagangan dan perindustrian hingga Juni 2026. Kepala Disdagrin Manggarai Barat Adrianus Ojo mengatakan, sepanjang 2021-2025 tercatat 3.148 record aktivitas atau KBLI perdagangan, sedangkan pada 2025 terdapat 574 NIB unik dengan struktur data yang didominasi usaha mikro.
Untuk Semester I 2026, basis data mencatat 1.024 record administrasi lintas sektor. Setelah dilakukan pengolahan untuk mengendalikan duplikasi, terdapat 655 proyek unik, terdiri dari 499 proyek perdagangan dan 156 proyek perindustrian. Dari sektor perindustrian, sebanyak 141 proyek atau 90,4 persen merupakan usaha mikro. Kegiatan yang menonjol antara lain industri kerupuk dan keripik, penggilingan aneka umbi dan sayuran, produk roti dan kue, makanan lainnya, serta pengolahan kopi.
Adrianus mengatakan profil tersebut tidak sekadar menjadi kumpulan angka, tetapi diarahkan sebagai dasar pengambilan kebijakan dan pembinaan pelaku usaha. “Profil ini bukan sekadar kumpulan angka administrasi. Data harus kita ubah menjadi dasar keputusan: siapa pelaku usaha yang perlu dibina, komoditas dan rantai pasok mana yang harus diperkuat, wilayah mana yang perlu mendapat perhatian, serta bagaimana IKM lokal dapat masuk lebih kuat ke pasar dan rantai nilai pariwisata,” ujar Adrianus, Rabu, 30 September 2026.
Menurut Adrianus, Disdagrin akan mengembangkan profil tersebut melalui SIMON DAGRIN dengan menghubungkan data pelaku usaha, aktivitas atau proyek, perdagangan, perindustrian, sarana, kinerja, dan audit data. Penguatan berikutnya mencakup pendataan IKM pangan, integrasi dengan hotel, restoran, kapal wisata dan kanal digital, serta pemutakhiran data secara berkala.
Ia mengingatkan, data dalam profil bersifat administratif sehingga jumlah record tidak otomatis menunjukkan jumlah pelaku usaha unik, omzet, realisasi investasi, tenaga kerja, atau pertumbuhan ekonomi riil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....