Ketua DPRD Sikka Serahkan Buku Karya Penulis Lokal

  • 04 Okt 2026 12:50 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah koleksi buku karya penulis lokal kepada Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Frans Seda Kabupaten Sikka, Jumat 2 Oktober 2026. Penyerahan buku tersebut berlangsung di ruang kerja Ketua DPRD Sikka dan diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales.

Stefanus mengatakan, bantuan koleksi buku tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Ia berharap buku-buku itu dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, maupun masyarakat yang mengakses layanan Perpusda Frans Seda.

“Buku-buku ini kami serahkan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka,” kata Stefanus. Menurutnya, koleksi tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan sumber pengetahuan bagi masyarakat.

Dosen FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sekaligus penulis lokal asal Sikka, E. Nong Yonson, mengapresiasi penyerahan buku tersebut. Ia menilai donasi buku ke perpustakaan membuat manfaat sebuah karya dapat menjangkau pembaca yang lebih luas.

“Buku yang sudah selesai dibaca oleh seseorang belum tentu selesai manfaatnya,” ujar Nong Yonson. Menurut dia, ketika buku disumbangkan ke perpustakaan, satu koleksi dapat dibaca banyak orang dan terus memberikan manfaat.

Nong Yonson berharap gerakan donasi buku terus berkembang di Kabupaten Sikka. Ia mendorong perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang untuk berdiskusi, belajar, melakukan penelitian, dan menghasilkan karya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales menyampaikan terima kasih atas tambahan koleksi tersebut. Ia mengatakan, buku-buku yang diterima akan memperkaya bahan bacaan dan referensi yang tersedia di Perpusda Frans Seda.

Very mengatakan pihaknya terus meningkatkan layanan Perpusda Frans Seda melalui pengembangan koleksi, peningkatan layanan pemustaka, penguatan literasi masyarakat, serta persiapan menuju akreditasi perpustakaan. Upaya tersebut, kata dia, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak di luar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

Ia mengajak masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, DPRD, dan berbagai pihak lainnya turut menyumbangkan buku yang relevan. Koleksi yang dapat disumbangkan antara lain buku referensi, karya ilmiah, hasil penelitian, skripsi, tesis, disertasi, serta bahan bacaan lainnya.

“Gerakan membangun literasi tidak bisa dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sendiri,” kata Very. Ia menilai keterlibatan berbagai elemen melalui sumbangan buku dan gagasan menjadi bagian dari upaya menambah investasi pengetahuan bagi generasi Sikka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....