Mediasi Penganiayaan Pelajar SMAK Frater Belum Bersepakat
- 16 Sep 2026 15:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Upaya menyelesaikan persoalan penganiayaan yang melibatkan pelajar SMAK Frater Maumere ditempuh melalui jalur kekeluargaan dengan mempertemukan pihak korban dan pelaku. Bhabinkamtibmas Kelurahan Kota Uneng, Polsek Alok, Polres Sikka, Aipda Hironimus Taji Werang, memfasilitasi mediasi melalui kegiatan problem solving untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Mediasi berlangsung Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 13.00 WITA, di SMAK Frater, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka. Pertemuan tersebut dihadiri korban dan pihak pelaku bersama keluarga masing-masing serta sejumlah unsur sekolah dan kepolisian.
Hadir dalam pertemuan itu Kepala Biara Frater Kanisius, Ketua Komite SMAK Frater Viktor Neku, S.H., Kanit Binmas Polsek Alok Aipda Yunus Lukman, Kepala Asrama Putra Frater Titus, para Frater dan guru SMAK Frater. Orang tua korban beserta keluarga besar dan orang tua pihak pelaku juga hadir untuk membicarakan penyelesaian persoalan tersebut.
Pertemuan tidak hanya menjadi ruang untuk mempertemukan kedua keluarga, tetapi juga membuka komunikasi secara langsung mengenai persoalan yang terjadi. Dalam suasana kekeluargaan, masing-masing pihak diberi kesempatan menyampaikan persoalan dan kepentingannya untuk mencari jalan keluar yang dapat diterima bersama.
Proses mediasi dipandu Kepala Biara Frater Kanisius yang berupaya menjembatani kepentingan kedua belah pihak. Namun, pembicaraan belum menghasilkan kesepakatan karena persoalan biaya pengobatan masih menjadi titik yang belum menemukan jalan keluar
Orang tua korban menyampaikan permintaan biaya pengobatan, sedangkan orang tua pihak pelaku menyatakan tidak sanggup memenuhi permintaan tersebut. Perbedaan tersebut membuat kesepakatan damai belum dapat dicapai dalam mediasi yang berlangsung pada Minggu tersebut.
Meski belum menemukan titik temu, seluruh rangkaian mediasi berlangsung aman dan terkendali tanpa keributan maupun ketegangan berarti. Komunikasi antara kedua pihak tetap berjalan dengan dukungan pihak sekolah dan kepolisian.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Kota Uneng Aipda Hironimus Taji Werang mengingatkan kedua belah pihak dan keluarga masing-masing agar tetap menjaga komunikasi serta tidak mengambil langkah yang dapat memperkeruh keadaan. Ia juga mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar persoalan tersebut tidak melebar menjadi konflik baru.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam persoalan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus mendeteksi potensi konflik sejak dini. Di lingkungan pendidikan, pendekatan persuasif dinilai penting agar persoalan yang melibatkan pelajar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Meskipun mediasi belum menghasilkan kesepakatan, pertemuan tersebut setidaknya menjaga ruang dialog antara pihak korban, pelaku, keluarga, sekolah, dan kepolisian tetap terbuka. Untuk sementara, seluruh pihak diminta menjaga situasi tetap kondusif sambil membuka peluang penyelesaian lebih lanjut atas persoalan yang masih menjadi ganjalan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....