PMI Manggarai Bagi Masker ke Warga Terdampak Kebakaran di TPA Ncolang
- 03 Okt 2026 13:52 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai bergerak cepat merespons dampak kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ncolang, Desa Poco, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai.
Sebagai bentuk penanganan darurat, PMI membagikan sebanyak 960 masker kepada masyarakat terdampak pada Rabu, 30 September 2026.
Ketua PMI Kabupaten Manggarai, Hironnymus A. Kaunang, yang memantau langsung proses pembagian masker di lapangan, menegaskan bahwa penyerahan bantuan ini dilakukan oleh jajaran relawan untuk menekan dampak buruk asap sampah yang meluas.
Menurutnya, ketebalan asap yang menyelimuti pemukiman warga berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan, sehingga PMI mengambil langkah tanggap darurat dengan menerjunkan relawan ke titik-titik krusial.
“PMI bersama jajaran relawannya sudah bergerak cepat dengan membagikan sebanyak 960 masker kepada masyarakat terdampak asap TPA Ncolang ini. PMI akan terus berupaya melanjutkan pembagian masker sesuai dengan ketersediaan stok yang ada,” ujar Hironnymus.
Ia juga mengimbau warga sekitar agar membatasi aktivitas di luar ruangan serta tetap disiplin menggunakan masker guna meminimalkan risiko terpapar asap pembakaran sampah.
Aksi kemanusiaan tersebut difokuskan di beberapa titik, termasuk bagi warga yang melintasi jalur Poco Satar Ngkeling serta anak-anak di pemukiman sekitar.
Kepala Markas PMI Kabupaten Manggarai, Oswal E. Mario, menjelaskan bahwa pembagian masker diprioritaskan untuk melindungi kelompok rentan dari ancaman penyakit saluran pernapasan.
Ia menambahkan bahwa kelompok rentan seperti anak-anak dan warga yang beraktivitas terbuka di dekat TPA menjadi pihak yang paling berisiko mengalami paparan racun asap, sehingga intervensi pencegahan awal sangat krusial.
“Respons cepat dengan membagikan 960 masker ini merupakan upaya kami dalam mencegah gangguan pernapasan pada masyarakat di sekitar lokasi TPA Ncolang, terutama anak-anak dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi TPA,” ucap Oswal.
Dampak kebakaran TPA Ncolang memang dirasakan makin mengganggu aktivitas warga harian. Wartiana Lebek, salah seorang warga Desa Poco, mengungkapkan bahwa asap tebal disertai bau tak sedap kerap menyebar hingga ke dalam rumah warga, terutama pada malam hari.
“Jujur saja, beberapa hari terakhir kondisi ini sangat meresahkan dan mengganggu aktivitas kami. Asap dari kebakaran sampah di lokasi TPA Ncolang masih terasa, terlebih pada malam hari ketika asap menyebar hingga masuk ke dalam rumah-rumah kami. Sehingga, untuk makan saja rasanya tidak nyaman,” tutur Wartiana.
Wartiana pun menyampaikan apresiasi atas respons cepat relawan PMI. Kendati demikian, ia berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai dan PMI dapat memberikan perhatian berkelanjutan, tidak hanya berupa bantuan masker, tetapi juga dukungan kesehatan lainnya.
Selain itu, warga juga memohon agar pemkab menyiagakan armada khusus pemadam kebakaran di kawasan tersebut.
“Kami memohon kepada pemerintah agar sekiranya perlu ditambahkan mobil Damkar khusus untuk wilayah TPA Ncolang,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....