PELKESI Perluas Layanan Kesehatan bagi Korban Gempa di Manggarai Timur
- 01 Okt 2026 08:30 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur – Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI) terus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak gempa bumi 15 Agustus 2026 hingga ke wilayah pelosok Kabupaten Manggarai Timur. Melalui tim kesehatan dan layanan mobile clinic, PELKESI memberikan pemeriksaan kesehatan, obat-obatan secara gratis, serta edukasi kesehatan dan kesiapsiagaan pascabencana.
Koordinator Relawan PELKESI Manggarai Timur, Bonifasius Masri, mengatakan tim mulai memberikan pelayanan sejak 19 Agustus 2026 atau beberapa hari setelah gempa terjadi. Pelayanan dilakukan dengan menggandeng puskesmas di setiap wilayah yang menjadi lokasi kegiatan untuk memastikan layanan kesehatan menjangkau masyarakat terdampak.
"Kami melayani mulai dari anak-anak, dewasa hingga lansia. Untuk sementara pelayanan difokuskan di beberapa kampung di wilayah Kecamatan Elar dan Rana Mese dengan menggandeng Puskesmas di setiap wilayah yang kami kunjungi," kata Bonifasius.
Menurut Bonifasius, pelayanan tersebut dilakukan untuk membantu memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh akses layanan kesehatan di tengah kondisi pascabencana. PELKESI juga berencana memperluas pelayanan ke wilayah lain di Kabupaten Manggarai Timur sesuai kebutuhan masyarakat dan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah serta fasilitas kesehatan setempat.
Dalam pelayanan di lapangan, tim PELKESI menemukan berbagai keluhan kesehatan yang dialami masyarakat pascagempa, baik penyakit menular maupun tidak menular. Keluhan yang ditemukan antara lain flu dan batuk yang dialami sejumlah anak.
"Pasca gempa banyak masyarakat mengalami banyak jenis penyakit, baik penyakit menular maupun tidak menular. Juga anak-anak mengalami flu dan batuk," tutur Bonifasius.
Selain memberikan pelayanan kesehatan fisik, PELKESI juga menyiapkan dukungan terhadap kondisi psikologis masyarakat terdampak gempa. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang mencakup kesehatan fisik dan mental penyintas.
"Ke depan PELKESI juga akan membangun kekuatan mental penyintas pasca gempa dengan menghadirkan dokter psikolog," ungkapnya.
Pelaksanaan pelayanan kesehatan dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, BPBD, Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah desa, serta pihak terkait lainnya. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan dan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan serta tetap terintegrasi dengan sistem pelayanan kesehatan pemerintah.
Kehadiran layanan mobile clinic mendapat respons positif dari masyarakat, salah satunya warga Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, yang menyampaikan apresiasi atas pelayanan pemeriksaan dan pemberian obat-obatan secara gratis. "Syukur dan terima kasih kepada Tim PELKESI dan Puskesmas Elar yang telah rela mengunjungi kami dalam hal pemeriksaan gratis serta memberikan kami obat-obatan gratis pula, kiranya Tuhan membalas semua kebaikannya ini," ujarnya.
Melalui layanan mobile clinic, tim PELKESI mendatangi langsung masyarakat di wilayah yang aksesnya tidak selalu mudah dijangkau, termasuk kelompok anak-anak, orang dewasa, dan lansia. Pelayanan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan untuk mendekatkan akses pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan kepada warga selama masa pemulihan pascagempa.
PELKESI memastikan pelayanan kesehatan akan terus dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Pelaksanaan pelayanan juga akan terus dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan di masing-masing wilayah agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....