FCE 2026 Digelar di Kupang, Dorong UMKM NTT Tembus Pasar Nasional hingga Ekspor

  • 30 Sep 2026 13:35 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menerima kunjungan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT Adidoyo Prakoso di ruang kerja Gubernur NTT, Selasa, 29 September 2026. Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 yang akan digelar pada 2-4 Oktober 2026 di Lippo Plaza Mall, Kota Kupang.

Mengusung tema “Flobamorata Berkarya, Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan”, kegiatan ini merupakan hasil sinergi BI NTT dan Pemerintah Provinsi NTT untuk memperkuat ekonomi kreatif dan UMKM berbasis potensi lokal. Gubernur Melki menyambut baik pelaksanaan FCE 2026 dan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang yang lebih luas bagi produk unggulan NTT untuk berkembang.

Ia mendorong agar produk kopi, wastra, dan kuliner khas NTT semakin dikenal dan mampu menembus pasar nasional hingga mancanegara. Melki juga mengajak berbagai pihak untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda, termasuk pelajar dan mahasiswa, serta mendorong pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara optimal bagi masyarakat yang ingin memulai dan mengembangkan usaha.

“Kita perlu tumbuhkan minat dan bakat anak-anak kita baik itu anak sekolah atau mahasiswa dalam wirausaha untuk pengembangakn potensi UMKM yang kita punya,” kata gubernur.

Adidoyo menjelaskan, FCE 2026 merupakan rebranding dari kegiatan sebelumnya, yakni Exotic Tenun Fest (ETF). Menurut dia, konsep FCE diperluas dengan menempatkan wastra, kopi, dan kuliner sebagai komoditas unggulan yang merepresentasikan kekayaan budaya, kreativitas, dan potensi alam NTT.

Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada promosi produk UMKM, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem usaha dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan produk, akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga peluang ekspor. Sejumlah agenda telah disiapkan dalam FCE 2026, antara lain talkshow dan masterclass, kompetisi wastra, kopi dan kuliner, UMKM Expo, business matching, serta konsultasi ekspor dan pembiayaan perbankan.

Selain itu, tersedia berbagai kegiatan literasi dan edukasi masyarakat, seperti QRIS Experience, sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah, perlindungan konsumen dalam sistem pembayaran, perpustakaan keliling, dan bedah buku. FCE 2026 juga menghadirkan layanan sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah.

Menariknya, FCE 2026 membawa pesan solidaritas melalui subtema “Boka Ngere Ki, Bere Ngere Ae”, yang dalam bahasa Ende berarti “Bersama, Saling Peduli, Menguatkan Untuk Bangkit”. Pesan tersebut diwujudkan melalui donasi dari hasil penjualan produk UMKM, lelang tenun khusus yang hasilnya disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Flores, serta kanal donasi melalui QRIS ChariTree.

Dengan kerangka 3I+S, yakni impactful, inclusive, integration, dan synergy, FCE 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi mampu mempertemukan pelaku UMKM dengan pembiayaan dan pasar yang lebih luas sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....