BMKG Waspadai gelombang tinggi di perairan NTT

  • 22 Sep 2026 12:47 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengimbau masyarakat mewaspadai gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung pada Selasa, 22 September hingga Rabu, 23 September 2026.

Prakirawan BMKG Maritim Tenau Kupang, Prigan Jundan Wisanggani, mengatakan gelombang tersebut berisiko terhadap aktivitas pelayaran, khususnya perahu nelayan dan kapal tongkang.Kondisi itu perlu menjadi perhatian masyarakat yang akan melakukan aktivitas di laut.

“Jika keadaan cuaca pada saat akan melaut dirasa kurang bersahabat seperti angin kencang serta gelombang laut yang tinggi, diharapkan masyarakat maupun nelayan agar tidak melaut,” ujar Jundan dalam siaran Info Cuaca, Selasa, 22 September 2026.

Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang 1,25 hingga 2,5 meter meliputi Selat Alor bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, perairan selatan Flores, dan perairan selatan Alor-Pantar. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan Sabu Raijua, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, serta perairan selatan timur Rote.

Sementara itu, gelombang lebih tinggi diprakirakan terjadi di perairan selatan Sumba dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 3,5 meter. Gelombang tersebut berisiko tinggi bagi perahu nelayan, kapal tongkang, maupun kapal feri.

Secara umum, kondisi cuaca di wilayah perairan NTT diprakirakan cerah hingga berawan. Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 10 hingga 50 kilometer per jam.

BMKG mengimbau masyarakat dan nelayan untuk terus memperhatikan informasi prakiraan cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut. Aktivitas melaut sebaiknya dihindari apabila kondisi angin kencang dan gelombang tinggi dinilai membahayakan keselamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....