Bisa Dibawa Saat Bencana, Kursi Bersalin ESA Pertama Hadir di NTT
- 30 Sep 2026 13:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende- Kursi Bersalin ESA yang tersedia di Puskesmas Rewarangga, Kabupaten Ende, dirancang untuk mendukung pelayanan persalinan di berbagai kondisi, termasuk wilayah yang terdampak bencana. Kursi hasil penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya ini dapat dilipat sehingga lebih mudah dibawa ke lokasi dengan fasilitas kesehatan yang terbatas.
Ketua Peneliti sekaligus Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Dr. Meti Widiya Lestari, SST, M.Keb, mengatakan kemampuan untuk dipindahkan menjadi salah satu keunggulan Kursi Bersalin ESA. Saat diwawancarai RRI Ende di Puskesmas Rewarangga, Selasa 29 September 2026, ia menjelaskan kursi tersebut memang dikembangkan agar dapat digunakan di berbagai kondisi pelayanan.
“Kursi ini memang bisa dilipat dan juga bisa dibawa, salah satunya untuk di tempat bencana, sehingga ini bisa dipergunakan di daerah mana pun termasuk di daerah yang terdampak bencana,” ujarnya.
Ia menegaskan, desain yang dapat dilipat memungkinkan Kursi Bersalin ESA dibawa ketika tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan persalinan di luar fasilitas kesehatan. Kondisi tersebut menjadi penting terutama ketika akses terhadap fasilitas persalinan mengalami keterbatasan akibat kondisi darurat atau bencana.
Ia menuturkan, Selain mudah dipindahkan, Kursi Bersalin ESA memiliki pengaturan ketinggian yang dapat disesuaikan dengan kondisi fisik ibu bersalin. Bagian dudukannya juga dapat diperlebar maupun dipersempit sehingga memungkinkan digunakan oleh ibu dengan berat badan hingga 150 kilogram.
Menurutnya, Kursi tersebut juga memungkinkan ibu bersalin berada dalam posisi duduk maupun berbaring sesuai kebutuhan proses persalinan. Sementara bagian sandaran dirancang kuat sehingga dapat digunakan sebagai tumpuan pendamping persalinan ketika diperlukan.
Ia menambahkan, Pada tahun 2026, Puskesmas Rewarangga menjadi lokasi pertama di Nusa Tenggara Timur yang menerima Kursi Bersalin ESA. Sebelumnya, inovasi hasil penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya tersebut telah digunakan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Dr. Meti berharap Kursi Bersalin ESA dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, khususnya di Rewarangga dan Kabupaten Ende. Dia berharap inovasi tersebut dapat membantu tenaga kesehatan memberikan pertolongan persalinan dengan lebih mudah dan nyaman, termasuk ketika pelayanan harus dilakukan di lokasi yang sulit dijangkau atau terdampak bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....