Bupati Lembata Sebut Keberhasilan Program NTT Diukur dari Produksi Masyarakat
- 29 Sep 2026 15:06 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Pemerintah Kabupaten Lembata menyatakan keberhasilan program Nelayan Tani Ternak atau NTT akan dilihat dari hasil ekonomi yang dirasakan masyarakat. Pemerintah menjelaskan hal tersebut saat menerima aspirasi FOKAL di Kantor Bupati Lembata, Senin, 28 September 2026.
Program NTT menjadi salah satu penggunaan dana insentif pemerintah pusat sebesar Rp3 miliar yang dipersoalkan dalam tuntutan FOKAL. Pemerintah menyebut program tersebut diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat melalui proses pendampingan dan keberlanjutan kegiatan.
Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq mengatakan program NTT tidak berorientasi pada pembangunan fisik yang hanya menghasilkan bangunan atau monumen. Pemerintah justru menetapkan peningkatan produksi dan pendapatan masyarakat sebagai ukuran hasil program.
“Monumen yang dimaksud itu adalah produksi jagung naik, ayam naik, kita mau swasembada daging, luas lahan meningkat, pendapatan ekonomi naik,” kata Bupati Kanis.
Menurut pemerintah, pelaksanaan program membutuhkan proses karena masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memerlukan pendampingan. Keberlanjutan program menjadi bagian penting agar peningkatan produksi dapat memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat.
Program tersebut mencakup pengembangan komoditas pertanian dan peternakan yang diharapkan meningkatkan produksi masyarakat. Pemerintah juga menyebut peningkatan luas lahan, produksi jagung, populasi ayam dan ketersediaan daging sebagai indikator yang akan diperhatikan.
Penjelasan mengenai program NTT disampaikan sebagai bagian dari respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lembata menyatakan evaluasi terhadap program akan tetap dilakukan dengan mempertimbangkan regulasi dan kebutuhan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....