PLTP Atadei 10 MW Ditargetkan Beroperasi 2030
- 01 Okt 2026 08:18 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau PLTP Atadei berkapasitas 10 megawatt mulai dipercepat. PT PLN UIP Nusra Wilayah Mataram menargetkan pembangkit berkapasitas 2×5 megawatt tersebut beroperasi pada 2030.
Sosialisasi pembangunan PLTP Atadei berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lembata, Selasa, 29 September 2026. Kegiatan dihadiri Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, DPRD, Camat Atadei, pemilik lahan dan sejumlah perangkat daerah terkait.
Perwakilan Bagian Perizinan PT PLN UIP Nusra Kristanto menjelaskan penelitian panas bumi Atadei telah dimulai sejak 1977 oleh Badan Geologi. Pengembangan kemudian dilanjutkan melalui pengeboran dua sumur pada 2004 oleh Kementerian ESDM dan penugasan kepada PLN pada 2017.
Saat ini pembebasan lahan AT-1 Desa Nubahaeraka telah tuntas, sedangkan AT-1 New masih berjalan. Untuk AT-2 Desa Atakore, PLN masih melakukan pendekatan dengan pemilik lahan termasuk terkait kebutuhan akses jalan.
Tim teknis PLN bersama ahli akan segera turun ke lokasi untuk melakukan penelitian ulang terhadap sumur panas bumi. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan PLTP Atadei sebelum pembangkit ditargetkan beroperasi pada 2030.
“Jika tahapan berjalan lancar, PLTP Atadei ditargetkan beroperasi pada 2030,” ucap Kristanto.
PLN juga menyiapkan pembukaan dan perbaikan jalan sepanjang 6,7 kilometer serta pemasangan pipa penyalur air dari mata air Waiteba. Pengembangan potensi panas bumi Lembata ke depan disebut dapat mencapai kapasitas 50 megawatt.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....