Proyek PLTP Ulumbu Unit 5 Libatkan 75 Persen Tenaga Kerja Lokal Asal Manggarai

  • 30 Sep 2026 13:08 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Pembangunan akses jalan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5 berkapasitas 10 Megawatt (MW) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar kawasan proyek.

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) mencatat, sebanyak 47 dari total 63 pekerja atau 74,6 persen tenaga kerja yang terlibat dalam penyiapan akses jalan tersebut merupakan masyarakat lokal.

Salah satunya Reinaldis Avionita Esong. Berbekal pendidikan di bidang keperawatan, Reinaldis kini bekerja sebagai paramedis yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan bagi para pekerja di area proyek PLTP Ulumbu Unit 5.

Kesempatan tersebut diperolehnya setelah mengikuti sosialisasi pekerjaan yang dilaksanakan PLN melalui rumah gendang sebagai bagian dari rangkaian proses Free, Prior and Informed Consent (FPIC).

“Awalnya saya mengetahui dari sosialisasi di rumah gendang bahwa sedang dibutuhkan tenaga paramedis. Setelah mengikuti proses seleksi dan dinyatakan lolos, saya sangat senang karena bisa mendapatkan pengalaman baru sekaligus menerapkan ilmu keperawatan yang sudah saya pelajari,” ujar Reinaldis.

Menurutnya, pekerjaan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengembangkan pengalaman profesional, tetapi juga memberinya ruang untuk membantu para pekerja yang mengalami gangguan kesehatan selama berada di lokasi proyek.

“Saya juga bisa membantu pekerja-pekerja yang ada di PLTP Ulumbu yang mengalami sakit. Di sisi lain, saya bisa lebih dekat dengan orang tua. Harapan saya, pekerjaan proyek di PLTP Ulumbu ini dapat berjalan lancar dan aman sampai selesai,” katanya.

Keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek ini menjadi bagian dari proses komunikasi yang dibangun PLN bersama masyarakat adat melalui mekanisme FPIC. Keterlibatan ini mendapat respons positif dari Ketua Gendang Wewo, Hendrikus Ampak.

Menurut Hendrikus, forum FPIC yang dilaksanakan di rumah gendang menjadi ruang bagi masyarakat adat untuk memperoleh informasi secara menyeluruh mengenai rencana pengembangan panas bumi, termasuk potensi dampak serta langkah-langkah mitigasinya. Dirinya mengakui, sejak tahap awal masyarakat dilibatkan melalui pertemuan dan dialog di rumah gendang.

“Sejak awal FPIC, PLN menjelaskan dengan baik kepada kami mengenai geothermal, proyek yang akan dilaksanakan, dampaknya, serta bagaimana mitigasinya. Seluruh masyarakat gendang kami undang ke rumah gendang dan mereka mengikuti serta memperhatikan penjelasan yang disampaikan dalam forum tersebut,” kata Hendrikus.

Ia menambahkan, komunikasi tersebut mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui sejumlah program, termasuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat lokal sesuai kebutuhan dan kualifikasi proyek.

“Implementasinya sekarang sudah kami rasakan, mulai dari program TJSL sampai penerimaan tenaga kerja lokal. Tentunya penerimaan pekerja tetap menyesuaikan kebutuhan dan kualifikasi yang diperlukan dalam proyek,” tambahnya.

Sementara, General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, mengatakan pelibatan masyarakat adat menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan PLN dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Keberlanjutan menjadi salah satu arah perusahaan saat ini. Karena itu, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi juga bagaimana masyarakat adat di sekitar proyek dapat dilibatkan dan memperoleh manfaat dari pembangunan tersebut. Salah satunya melalui kesempatan kerja sesuai kompetensi dan kebutuhan proyek,” ujar Manurung.

Manurung menambahkan, pembangunan PLTP Ulumbu Unit 5 merupakan bagian dari upaya PLN mengembangkan potensi energi panas bumi untuk mendukung penyediaan energi bersih di Nusa Tenggara Timur.

Saat ini, pekerjaan penyiapan akses menuju area proyek PLTP Ulumbu Unit 5 terus berlangsung. Pekerjaan meliputi penghamparan dan pemadatan base course, pembangunan dinding penahan tanah (DPT), serta pembuatan sistem drainase di sejumlah titik jalur akses.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....