Relawan Muda Bangun Gerakan Kemanusiaan
- 30 Sep 2026 13:07 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Gerakan kemanusiaan pascagempa di Kabupaten Ende tidak hanya menghadirkan bantuan bagi warga terdampak, tetapi juga mempertemukan relawan dari berbagai usia dan latar belakang. Relawan GESIT Capture Ende menjadikan perbedaan tersebut sebagai kekuatan untuk mempercepat respons di lapangan.
Relawan GESIT Capture Ende mulai terbentuk di Ende pada 22 Agustus 2026, atau beberapa hari setelah gempa yang menjadi pemicu terbentuknya gerakan tersebut. Para anggota bergabung setelah memperoleh informasi perekrutan melalui media sosial dan mengikuti proses onboarding bersama jejaring GESIT di Flores.
Leo Meta sebagai ketua, menyebutkan anggota yang bergabung berasal dari kelompok usia dan profesi yang beragam. Kondisi itu sekaligus menjadi tantangan karena para relawan harus menyatukan cara pandang, membangun komunikasi, dan mengesampingkan kepentingan pribadi ketika menjalankan misi kemanusiaan.
Dalam obrolan CLBK RRI, Kamis, 24 September 2026, dengan topik Dari Rasa Peduli ke Aksi Nyata, relawan mengakui bahwa menyatukan banyak karakter bukan pekerjaan mudah. Namun, pengalaman turun langsung membantu korban membuat anggota semakin memahami bahwa tujuan kemanusiaan harus ditempatkan di atas perbedaan pribadi.
Relawan juga menghadapi tantangan geografis karena harus menjangkau sejumlah wilayah dengan kondisi jalan yang tidak mudah. Meski demikian, pengalaman tersebut justru memperkuat rasa kebersamaan karena para anggota melihat langsung kondisi warga yang membutuhkan bantuan.
Salah seorang relawan, Dian, menceritakan pengalaman emosional ketika pertama kali turun ke Lokoboko dan menemukan rumah warga yang roboh. Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami bahwa kerja kerelawanan bukan hanya soal menyalurkan bantuan, tetapi juga hadir langsung ketika masyarakat menghadapi masa sulit.
GESIT Capture Ende saat ini masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung. Para relawan berharap semangat kepedulian tidak berhenti setelah masa tanggap bencana, tetapi berlanjut melalui kegiatan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan isu air sesuai kebutuhan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....