Sumber Mata Air Hilang Pasca-Gempa, SDI Wase Wengke Kesulitan Air Bersih

  • 30 Sep 2026 11:54 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Puluhan siswa dan guru di SDI Wase Wengke, Desa Beo Rahong, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, kini menghadapi keterbatasan air bersih setelah sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan sekolah menghilang pascagempa.

Kondisi tersebut semakin dirasakan saat musim kemarau karena sekolah tidak memiliki sumber air yang memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebanyak 78 siswa dalam enam rombongan belajar dan 10 guru terdampak kondisi tersebut.

Kepala SDI Wase Wengke, Rofinus Beat, mengatakan sebelum gempa, sekolah masih mengandalkan sumber mata air yang berada di bagian atas lapangan sekolah. Namun, sumber tersebut kini tidak lagi mengalir.

“Selama ini kami memang kesulitan mendapatkan air bersih, apalagi sekarang sudah musim kering. Sebenarnya di bagian atas lapangan sekolah ada sumber mata air, tetapi setelah gempa beberapa waktu lalu, sekarang sumber air tersebut sudah tidak ada lagi,” jelas Rofinus.

Menurut Rofinus, sekolah membutuhkan tandon air sebagai sarana penampungan sementara. Tandon dinilai penting untuk memastikan ketersediaan air ketika pasokan terbatas, sekaligus mendukung kebutuhan sanitasi dan kebersihan lingkungan sekolah.

“Selain sumur, yang kami butuhkan saat ini adalah tandon air. Kami berharap kebutuhan tandon ini bisa dipenuhi melalui Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Desa Beo Rahong mengusulkan penggalian sumur sebagai solusi jangka panjang. Kepala Desa Beo Rahong, Donatus Ampur, memperkirakan kebutuhan biaya penggalian sumur berkisar Rp3 juta hingga Rp7 juta, bergantung pada kondisi tanah dan kedalaman sumber air.

“Air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang mendesak di SDI Wase Wengke. Karena itu, kami berharap ada perhatian dan dukungan untuk penggalian sumur agar kebutuhan air bersih di sekolah dapat terpenuhi,” ujar Donatus.

Kebutuhan tersebut mendapat respons dari BPBD Kabupaten Manggarai. Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manggarai, Petrus Celestinus Masangkat, mengatakan pihaknya masih memiliki stok tandon air di Posko yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah.

“Stok tandon di Posko masih ada. Pihak Desa Beo Rahong boleh datang dan mengambilnya di Posko untuk membantu kebutuhan air bersih di SDI Wase Wengke,” kata Petrus.

Tandon tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai solusi sementara. Sementara untuk jangka panjang, kebutuhan air bersih di sekolah dapat ditangani melalui penggalian sumur atau pencarian sumber air alternatif yang sesuai dengan kondisi lokasi.

Ketersediaan air bersih menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar mengajar, terutama untuk kebutuhan minum, sanitasi, kebersihan lingkungan, serta aktivitas siswa dan guru selama berada di sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....