Abu Vulkanik Ile Lewotolok Cemari Sumur, Warga Lembata Krisis Air Bersih

  • 11 Sep 2026 14:48 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Abu vulkanik erupsi Gunung Ile Lewotolok mencemari sumber air warga di 26 desa sekitar kawasan gunung di Kabupaten Lembata. Kondisi tersebut diperparah musim kemarau sehingga masyarakat semakin kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lembata, Andris Koban mengatakan, 26 desa tersebut berada di dua kecamatan sekitar Gunung Ile Lewotolok. Masyarakat di wilayah itu tidak memiliki sumber mata air sendiri dan selama ini mengandalkan sumur dangkal serta air hujan yang ditampung.

“Dari 26 desa itu seluruhnya mereka tidak punya sumber air bersih sendiri, mata air atau apa, jadi andalkannya bak air hujan sama sumur dangkal,” ujar Andris saat diwawancarai RRI pada Kamis 10 September 2026.

Andris menjelaskan, abu vulkanik yang masuk ke sumur dan bak penampungan menyebabkan sumber air tersebut tidak lagi dapat digunakan masyarakat. Material abu yang sangat halus juga terlihat mengendap pada permukaan air sehingga berpotensi mencemari sumber air warga.

Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat yang sumber airnya tercemar terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut Andris, harga satu tangki air berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta, bergantung pada lokasi dan kondisi akses menuju permukiman.

Sementara itu, Kepala Desa Lamagute, Romanus Jariaman mengatakan, kondisi serupa dialami masyarakat di desanya yang selama ini hanya mengandalkan dua sumur untuk memenuhi kebutuhan air. Kedua sumur tersebut tidak dapat dimanfaatkan setelah terkena abu vulkanik dari aktivitas Gunung Ile Lewotolok.

“Kami mengalami banyak kehamatan berupa air bersih dan masker karena kami hanya menggunakan dua sumur, yang mana dengan abu vulkanik, maka sumur yang ada kami tidak bisa manfaatkan lagi,” ucap Romanus.

Romanus mengatakan, Pemerintah Desa Lamagute telah menyurati Bupati Lembata untuk meminta bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak. Di sisi lain, Andris menyebutkan BPBD sedang membangun komunikasi dengan pihak swasta untuk mendapatkan dukungan distribusi air bersih, setelah sebelumnya mendapat bantuan serupa selama Juli hingga Agustus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....