Warga Detubinga Swadaya Bangun Jalan Bistio-Nuaria

  • 21 Sep 2026 13:15 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Warga Desa Detubinga, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), bergotong royong membangun akses jalan Bistio-Nuaria secara swadaya. Gerakan tersebut melibatkan masyarakat di kampung, orang muda, hingga warga asal Detubinga yang kini berada di sejumlah daerah dan luar negeri.

Jalan Bistio-Nuaria dinilai memiliki peran penting karena tidak hanya menghubungkan antarkampung, tetapi juga menjadi jalur alternatif menuju sejumlah wilayah pedalaman Sikka. Ruas tersebut terhubung dengan akses dari Kota Maumere, Cabang Jembatan Kaliwajo di Kecamatan Mego, Paga, hingga wilayah Tanawawo.

Kondisi akses utama menuju Desa Detubinga selama ini masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada jalur dari Wolofeo, Desa Renggarasi, Kecamatan Tanawawo. Sejumlah titik mengalami longsor, sementara beberapa jembatan penghubung dilaporkan rusak berat sehingga kendaraan harus melintas dengan ekstra hati-hati.

Situasi itu mendorong masyarakat mengambil inisiatif untuk memperbaiki akses tanpa hanya menunggu dukungan pemerintah. Komunitas Orang Muda Bergerak Desa Detubinga kemudian menggalang dana dan dukungan dari warga asal Detubinga yang berada di Maumere, Kupang, Jakarta, daerah lainnya, hingga Malaysia.

Koordinator Orang Muda Bergerak Desa Detubinga, Petrus Leba, mengatakan dukungan masyarakat mendapat respons positif dan dana yang terkumpul telah mendekati ratusan juta rupiah. Selain uang, warga juga menyumbangkan material, bahan makanan, tenaga, serta berbagai kebutuhan untuk mendukung proses perbaikan jalan.

Petrus menyampaikan apresiasi kepada orang muda, orang tua, dan seluruh masyarakat Desa Detubinga, baik yang tinggal di kampung maupun di perantauan. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan kepedulian terhadap kampung halaman tetap kuat meski masyarakat berada jauh dari daerah asal.

“Akses jalan yang bagus dapat memberikan kemudahan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah Desa Detubinga dan sekitarnya,” kata Petrus, Minggu 20 September 2026. Ia berharap kontribusi masyarakat dapat memperlancar perbaikan ruas Bistio-Nuaria sekaligus mendukung aktivitas pembangunan di wilayah Detubinga dan Nuaria.

Dukungan terhadap gerakan tersebut juga datang dari orang muda asal Detubinga yang kini berada di Kota Kupang, Oktavianus Mare. Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa menjadi langkah positif, terutama ketika warga dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.

“Orang muda harus bangkit dan bergerak sebagai pelopor pembangunan, dengan kreasi dan pikiran cerdas orang muda,” ujar Oktavianus. Ia berharap gerakan tersebut dapat terus mendapat dukungan berbagai pihak dan menjadi energi baru bagi pembangunan dari tingkat desa.

Gotong royong warga Detubinga memperlihatkan bahwa kebutuhan infrastruktur dapat menggerakkan solidaritas masyarakat hingga lintas daerah dan negara. Selain membuka akses ekonomi dan memperlancar mobilitas, perbaikan jalan Bistio-Nuaria diharapkan menjadi pemantik perhatian lebih luas terhadap kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman Kabupaten Sikka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....