BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi Perairan NTT Hari Ini
- 10 Sep 2026 09:31 WIB
- Ende
Poin Utama
- Gelombang 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan dan selat NTT.
- Gelombang 2,5–3 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Sumba.
- Gelombang tinggi berisiko terhadap perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal feri.
- Cuaca NTT umumnya cerah hingga berawan dengan angin timur hingga selatan 12–45 km/jam.
- Prakiraan berlaku 10 September pukul 08.00 WITA hingga 11 September 2026 pukul 08.00 WITA.
RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat pengguna jasa transportasi laut terhadap potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur, Kamis, 10 September 2026. Informasi cuaca maritim tersebut berlaku mulai pukul 08.00 WITA hingga Jumat, 11 September 2026 pukul 08.00 WITA.
Prakirawan Stasiun BMKG Tenau-Kupang, Salsabila Nadhifvira Ardian, menyebut gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan dan selat di NTT. Kondisi tersebut berisiko terhadap perahu nelayan dan kapal tongkang yang beraktivitas di laut.
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tersebut antara lain Selat Sape bagian selatan, Selat Flores, Laut Sera, Selat Pantar, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, serta sejumlah perairan di sekitar Rote dan Timor. Potensi gelombang juga mencakup Selat Kukuapu serta perairan selatan dan timur NTT.
Sementara itu, gelombang lebih tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 3 meter diprakirakan terjadi di perairan selatan Sumba. Kondisi ini berisiko terhadap perahu nelayan, kapal tongkang, hingga kapal penyeberangan atau kapal feri.
Untuk kondisi cuaca, wilayah NTT secara umum diprakirakan cerah hingga berawan. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan sekitar 12 hingga 45 kilometer per jam.
BMKG mengimbau pengguna jasa transportasi laut memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum beraktivitas di perairan. Informasi tersebut penting untuk mengantisipasi risiko keselamatan, terutama bagi nelayan, kapal barang, dan kapal penyeberangan yang melintasi wilayah dengan gelombang tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....