Polres Sikka Kirim Bantuan untuk Warga Palue Terdampak Gempa
- 16 Sep 2026 09:40 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial dari Polres Sikka. Bantuan tersebut didistribusikan melalui Gudang Bansos Polres Sikka pada Selasa, 15 September 2026, mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai.
Penyaluran bansos ini menjadi bagian dari respons Polres Sikka terhadap kebutuhan masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana. Bantuan tidak hanya difokuskan pada kebutuhan pangan, tetapi juga mencakup air minum, sandang, kesehatan, kebersihan, serta kebutuhan kelompok rentan.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan, Polres Sikka mengirimkan 1.000 kilogram atau satu ton beras kepada masyarakat Pulau Palue. Selain itu, bantuan terdiri atas 93 dos mi instan, 191 dos air mineral kemasan gelas, dan 16 dos air mineral botol.
Kebutuhan sandang warga turut menjadi perhatian melalui penyaluran 20 koli pakaian layak pakai. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama proses pemulihan pascabencana berlangsung.
Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan, khususnya bayi dan perempuan, melalui 12 dos popok bayi, dua dos susu Dancow, dan dua dos pembalut wanita. Untuk mendukung kebutuhan kesehatan, Polres Sikka turut menyalurkan dua dos obat-obatan bagi masyarakat terdampak.
Bantuan lainnya berupa enam dos makanan ringan, satu dos kopi, teh dan gula, satu dos sabun mandi, satu dos minyak goreng, serta 10 dos minuman ringan. Beragamnya jenis bantuan menunjukkan bahwa kebutuhan warga pascabencana tidak berhenti pada ketersediaan bahan pangan.
Bagi masyarakat Palue yang menghadapi tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan, distribusi bantuan menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan dasar dapat dijangkau. Kehadiran bantuan juga menjadi pesan bahwa warga terdampak bencana tetap mendapat perhatian dan dukungan dalam melewati masa sulit.
Polres Sikka menilai penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, tidak hanya pemerintah dan aparat, tetapi juga masyarakat serta lembaga sosial. Semangat gotong royong diperlukan agar proses pemulihan tidak hanya berfokus pada perbaikan kerusakan fisik, tetapi juga penguatan kembali kehidupan masyarakat.
Penyaluran bansos tersebut sekaligus memperlihatkan peran kepolisian dalam ruang kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi musibah. Kehadiran langsung melalui bantuan diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus menjaga semangat mereka untuk bangkit.
Satu ton beras, ratusan dos air mineral, pakaian layak pakai, obat-obatan dan kebutuhan lainnya memang belum mampu menghapus seluruh dampak bencana. Namun, bantuan itu menjadi bukti bahwa solidaritas tetap hadir dan masyarakat Palue tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa pemulihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....