Polres Sikka Pulihkan Trauma Ratusan Siswa MIN 1

  • 15 Sep 2026 14:01 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Gempa bumi tidak hanya meninggalkan bangunan retak dan aktivitas yang terhenti, tetapi juga menyisakan rasa takut dan kecemasan, terutama bagi anak-anak. Karena itu, pemulihan psikologis menjadi bagian penting agar siswa kembali merasa aman saat aktivitas pendidikan dimulai.

Kondisi tersebut mendorong jajaran Polres Sikka memberikan pendampingan psikologis dan trauma healing kepada guru serta siswa MIN 1 Sikka di Nangahure Bukit, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Senin 14 September 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA itu menjadi bagian dari respons kemanusiaan Polri selama masa tanggap bencana gempa bumi.

Sekitar 300 siswa mengikuti kegiatan yang melibatkan personel Bagian SDM, Unit Kamsel Satlantas, dan Polisi Wanita (Polwan) Polres Sikka. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan humanis melalui interaksi, permainan, dan hiburan yang disesuaikan dengan dunia anak.

Suasana formal sengaja dicairkan agar siswa dapat mengekspresikan perasaan tanpa tekanan. Tawa dan permainan menjadi jembatan untuk membantu anak-anak mengurangi rasa takut yang masih terbawa setelah mengalami guncangan gempa.

Selain kepada siswa, pendampingan juga diberikan kepada para guru melalui terapi USEFT. Langkah ini dinilai penting karena guru akan menjadi figur utama yang mendampingi siswa ketika proses belajar mengajar kembali berlangsung.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polres Sikka juga memberikan edukasi mengenai masa tanggap bencana. Pesan tentang kesiapsiagaan disampaikan dengan bahasa sederhana agar anak memahami pentingnya tetap tenang, waspada, dan siap menghadapi situasi darurat tanpa menambah kecemasan.

Dukungan tidak berhenti pada pendampingan psikologis, karena personel Polres Sikka turut membawa makanan ringan dan air mineral untuk siswa. Bantuan itu berupa dua dus Biskuit Roma Kelapa, tiga dus Roma Marie Susu, serta 10 bundel air mineral Cleo.

Para guru MIN 1 Sikka mengapresiasi perhatian jajaran Polres Sikka yang hadir langsung mendampingi guru dan siswa. Bagi mereka, kehadiran aparat di tengah proses pemulihan menjadi dukungan moral agar sekolah dapat kembali menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Kegiatan yang berakhir pukul 11.10 WITA tersebut berlangsung aman dan lancar. Lebih dari sekadar agenda trauma healing, kehadiran Polres Sikka menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana juga membutuhkan keberanian untuk kembali tersenyum, belajar, dan menjalani kehidupan secara bertahap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....