Rumah Baca Mustika Tumbuhkan Literasi dan Harapan Masyarakat
- 15 Sep 2026 09:17 WIB
- Ende
Poin Utama
- Rumah Baca Mustika di Kabupaten Ende berfungsi sebagai ruang untuk tumbuh, belajar, dan berbagi bagi masyarakat lokal.
- Program Komunitas Bicara pada 14 September 2026 menghadirkan Iin Herlina Dewi (Founder sekaligus Relawan Literasi) bersama relawan lainnya untuk membagikan pengalaman membangun budaya membaca.
- Gerakan literasi masyarakat yang berkelanjutan dapat dimulai dari inisiatif grassroots yang didukung oleh komunitas lokal.
RRI.CO.ID, Ende - Rumah Baca Mustika Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, terus mendorong tumbuhnya budaya membaca sekaligus membuka ruang belajar dan berbagi bagi masyarakat. Gerakan tersebut tidak hanya menjadikan buku sebagai sumber pengetahuan, tetapi juga sebagai pintu untuk membangun harapan dan memperluas wawasan masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam program Komunitas Bicara RRI Pro 1 Ende, Senin, 14 September 2026, yang menghadirkan Founder Komunitas Rumah Baca Mustika sekaligus Relawan Literasi Masyarakat Kabupaten Ende, Iin Herlina Dewi, bersama relawan Muhammad Ilham dan Siti Mariam. Dalam perbincangan bertema “Buku Komunitas dan Harapan: Cerita Inspiratif Rumah Baca Mustika”, para narasumber membagikan pengalaman dalam mengembangkan gerakan literasi berbasis masyarakat.
Iin Herlina Dewi menjelaskan, keberadaan rumah baca menjadi salah satu cara untuk mendekatkan buku dan aktivitas membaca kepada masyarakat. Menurutnya, rumah baca tidak semestinya hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang untuk berinteraksi, belajar, dan bertukar pengetahuan.
Ia mengatakan, gerakan literasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas. Dalam hal ini, relawan memiliki peran penting untuk menjaga kegiatan tetap hidup sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Rumah baca tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga harus menjadi ruang untuk berinteraksi, belajar, dan berbagi pengetahuan bersama masyarakat.” ujar Iin.
Sementara itu, relawan Muhammad Ilham menceritakan pengalamannya terlibat dalam kegiatan Rumah Baca Mustika. Menurutnya, menjadi relawan bukan hanya memberikan kesempatan untuk membantu menumbuhkan minat baca, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan belajar bersama masyarakat.
“Menjadi relawan di Rumah Baca Mustika memberi saya kesempatan untuk ikut menumbuhkan minat baca sekaligus berbagi pengetahuan dan belajar bersama masyarakat.” katanya.
Hal senada disampaikan Siti Mariam yang menilai kegiatan literasi akan lebih menarik ketika membaca dipadukan dengan aktivitas komunitas. Menurutnya, kebersamaan dalam kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman positif sekaligus membuat masyarakat lebih dekat dengan buku.
Bagi Rumah Baca Mustika, buku menjadi salah satu pintu untuk membuka wawasan dan menumbuhkan harapan. Dari kegiatan yang sederhana dan dilakukan bersama, gerakan literasi diharapkan mampu berkembang serta menjangkau lebih banyak masyarakat.
Iin menekankan, gerakan literasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kepedulian, kemauan berbagi, dan kehadiran relawan dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan ruang belajar yang tumbuh dari masyarakat.
Melalui Rumah Baca Mustika, membaca diharapkan tidak berhenti pada aktivitas memperoleh informasi. Literasi juga menjadi bagian dari proses membangun masyarakat yang lebih berpengetahuan, kritis, serta memiliki harapan untuk masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....