Kemenkes Pulihkan Psikologis Anak Terdampak Gempa Ende

  • 15 Sep 2026 13:15 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengerahkan tim kesehatan khusus untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak dan remaja yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah trauma berkepanjangan yang dapat memengaruhi kesehatan mental anak pada masa mendatang.

Pemulihan psikologis dilakukan melalui kegiatan trauma healing dengan pendekatan kreatif dan menyenangkan agar anak-anak lebih mudah mengekspresikan perasaan mereka. Terapi bermain, menggambar bebas, mewarnai, hingga edukasi kesehatan secara interaktif menjadi bagian dari kegiatan untuk mengurangi kecemasan dan ketakutan pascagempa.

Personel Pusat Krisis Kesehatan Jakarta, Dian Argorum, mengatakan tim kesehatan gelombang kedua yang dikirim ke Kabupaten Ende berjumlah 20 personel. Hal itu disampaikannya di sela kegiatan trauma healing di Kapela Stasi Santo Sebastian Martir Nanganesa, Paroki Santa Maria Imaculata Ndona, Minggu 13 September 2026.

Menurut Dian, 20 personel tersebut telah dibagi menjadi delapan kelompok yang kemudian disebar ke sejumlah puskesmas di wilayah Kabupaten Ende. Khusus wilayah kerja Puskesmas Ndona, dua personel ditugaskan untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak dan remaja terdampak gempa.

“Kehadiran kami melalui program trauma healing ini untuk membantu mengatasi kecemasan anak-anak dan remaja setelah gempa Flores,” kata Dian. Ia menambahkan, pendampingan psikologis diperlukan agar anak-anak dapat kembali merasa aman dan perlahan menjalani aktivitas sehari-hari.

Di wilayah Puskesmas Ndona, kegiatan trauma healing dipusatkan di Kapela Stasi Santo Sebastian Martir Nanganesa setelah perayaan ekaristi pada Minggu 13 September 2026. Ratusan anak dan remaja mengikuti kegiatan tersebut dengan suasana yang berlangsung aman, lancar, dan tertib.

Dian juga mengajak masyarakat Kabupaten Ende, mulai dari orang dewasa, lanjut usia, anak-anak, hingga remaja, untuk bersama-sama mempercepat proses pemulihan setelah bencana. Menurutnya, dukungan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi bagian penting agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pastor Paroki Ndona, pengurus Stasi Nanganesa, serta sejumlah petugas kesehatan dari Puskesmas Ndona. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkuat pendampingan bagi anak-anak dan remaja agar pemulihan pascagempa tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga kondisi psikologis mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....