Pasca Gempa, Polres Ende Bersihkan Puing PAUD Mekar Sari di Desa Manulondo

  • 14 Sep 2026 15:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Personel Polres Ende membersihkan tuntas puing PAUD Mekar Sari di Desa Manulondo, Senin 14 September 2026 pagi setelah gempa bumi. Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Puukepo, Kecamatan Ndona, sebagai bagian pemulihan fasilitas pendidikan terdampak gempa bumi yang terjadi.

Aksi dipimpin Ps. Kasat Samapta Polres Ende Iptu Jacob Steven Bessie bersama 11 personel Satuan Samapta Polres Ende. Mereka menyingkirkan material bangunan yang berserakan untuk mengurangi risiko keselamatan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan sekitar sekolah bagi warga.

Pembersihan dilakukan setelah gempa 15 Juli 2026 merusak bagian bangunan PAUD Mekarsari dan menyisakan puing di lokasi tersebut. Selain memulihkan lingkungan, gotong royong itu diarahkan agar ruang belajar anak segera aman digunakan kembali setelah penataan selesai.

Perwakilan Pemerintah Desa Manulondo menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Ende dan seluruh personel yang membantu pembersihan di lapangan.Ucapan itu disampaikan Jamianus Emmanuel Latu, staf desa sekaligus Kepala Seksi Pemerintahan Desa Manulondo, mewakili kepala desa setempat.

Pengajar PAUD Mekarsari juga mengapresiasi kehadiran polisi karena bantuan tersebut meringankan pekerjaan pembersihan pascagempa di sekolah setempat ini. Dukungan tersebut dinilai penting karena pemulihan sarana pendidikan menjadi salah satu kebutuhan warga setelah bencana melanda wilayah tersebut.

Polres Ende berharap kegiatan serupa mempercepat pemulihan fasilitas umum sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung normal seperti semula. Pembersihan puing menjadi langkah awal sebelum fasilitas diperbaiki, dengan keselamatan anak dan guru menjadi perhatian utama di lokasi.

Di tengah keterbatasan pascabencana, keterlibatan warga, pemerintah desa, dan aparat menjadi kunci mempercepat pemulihan ruang pendidikan di wilayah. PAUD Mekarsari kini memiliki area yang lebih bersih sehingga tahapan pemulihan berikutnya dapat dilakukan tanpa gangguan puing tersisa.

Gotong royong tersebut memperlihatkan penanganan pascagempa tidak hanya berfokus pada bangunan, tetapi juga kebutuhan anak dan warga setempat. Setelah pembersihan selesai, perhatian berikutnya tertuju pada perbaikan fasilitas agar kegiatan belajar mengajar segera kembali berjalan secara normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....