Polres Ende Pulihkan Trauma Anak Melalui Permainan
- 11 Sep 2026 13:09 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Gempa bumi tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat memunculkan rasa takut dan kecemasan pada anak-anak yang mengalaminya. Kondisi tersebut mendorong Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Ende menggelar trauma healing bagi anak-anak TK Negeri Pembina, Kecamatan Ende Timur, Kelurahan Mautapaga, Kamis 10 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 09.30 WITA itu dikemas dengan permainan, nyanyian, dan komunikasi yang dekat dengan dunia anak. Pendekatan tersebut dilakukan agar anak-anak kembali merasa aman, berani belajar, serta mampu menjalani aktivitas setelah mengalami bencana.
Personel Sat Binmas Polres Ende memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bercerita tentang pengalaman dan perasaan mereka selama maupun setelah gempa. Rasa takut, cemas, dan sedih yang dirasakan anak-anak dijelaskan sebagai respons yang wajar sehingga mereka tidak merasa tertekan saat mengungkapkan perasaannya.
Suasana kemudian dibuat lebih cair melalui terapi bermain dan bernyanyi bersama. Tawa dan interaksi positif antara polisi dan anak-anak menjadi bagian dari upaya membangun kembali rasa percaya diri setelah menghadapi situasi yang menegangkan.

Selain pemulihan emosional, personel kepolisian juga memberikan edukasi kebencanaan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak. Pengetahuan dasar tersebut diharapkan membantu mereka menghadapi kemungkinan bencana dengan lebih tenang dan tidak mudah panik.
Kegiatan trauma healing juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan mental anak dalam menghadapi situasi sulit. Anak-anak diajak memahami bahwa keberanian dapat tumbuh melalui pengetahuan, dukungan orang sekitar, serta lingkungan yang memberikan rasa aman.
Aiptu Paskalis Koli bersama sejumlah anggota Polres Ende turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian asupan makanan bergizi serta permainan bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan anak-anak pascabencana.
Kehadiran polisi di lingkungan sekolah menunjukkan bahwa pelayanan kepolisian pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pengamanan fisik. Pendampingan psikologis, edukasi, dan komunikasi kemanusiaan juga menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat kembali bangkit.
Trauma healing di TK Negeri Pembina menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana bukan sekadar memperbaiki rumah dan fasilitas umum. Bagi anak-anak, kesempatan untuk didengar, bermain, dan kembali tersenyum merupakan langkah penting untuk mengembalikan keberanian mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....