Trauma Healing Polres Sikka Pulihkan Keberanian Anak Pascagempa
- 10 Sep 2026 13:46 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Gempa bumi tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga dapat meninggalkan rasa takut dan kecemasan pada anak-anak yang mengalaminya. Kondisi itu menjadi perhatian Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Sikka dengan menghadirkan trauma healing bagi pelajar MIS Muhammadiyah Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kamis 10 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 10.00 WITA tersebut dikemas melalui permainan, nyanyian, dan komunikasi yang dekat dengan dunia anak. Pendekatan itu dilakukan untuk membantu para pelajar kembali merasa aman, berani belajar, dan menjalani aktivitas setelah gempa bumi.
Personel Sat Binmas Polres Sikka memberikan ruang kepada anak-anak untuk bercerita mengenai pengalaman serta perasaan yang mereka alami pascabencana. Rasa takut, cemas, dan sedih yang muncul dipandang sebagai respons yang wajar sehingga anak-anak tidak merasa tertekan ketika mengungkapkannya.
Suasana kemudian dibuat lebih cair melalui terapi bermain dan bernyanyi bersama. Tawa serta interaksi positif yang muncul menjadi bagian dari proses membangun kembali rasa percaya diri anak-anak.
Selain pemulihan emosional, personel kepolisian juga memberikan edukasi kebencanaan dengan bahasa yang mudah dipahami para pelajar. Pengetahuan dasar tersebut diharapkan membantu anak-anak menghadapi kemungkinan bencana dengan lebih tenang dan tidak mudah panik.

Kegiatan ini sekaligus diarahkan untuk membangun ketahanan mental anak dalam menghadapi situasi sulit. Mereka tidak hanya diajak mengurangi rasa takut, tetapi juga dibekali pemahaman bahwa keberanian dapat tumbuh melalui pengetahuan, dukungan, dan lingkungan yang aman.
Kehadiran Polri di lingkungan sekolah menunjukkan bahwa pelayanan kepolisian pascabencana tidak berhenti pada pengamanan fisik. Dukungan psikologis dan komunikasi kemanusiaan juga menjadi bagian dari upaya menjaga rasa aman masyarakat.
Kanit Binpolmas Aipda Maria Avelina, Bamin Sat Binmas Bripka Vera Hehanussa, serta anggota SDM Polres Sikka turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Seluruh rangkaian trauma healing berakhir dengan aman, lancar, dan kondusif.
Trauma healing di MIS Muhammadiyah Wuring menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan rumah dan fasilitas umum. Bagi anak-anak, kesempatan untuk didengar, bermain, dan kembali tersenyum merupakan langkah penting untuk memulihkan keberanian.
Melalui kegiatan tersebut, Sat Binmas Polres Sikka memperlihatkan sisi kemanusiaan pelayanan kepolisian dalam mendampingi masyarakat pascabencana. Ketika rasa aman mulai tumbuh dan senyum anak-anak kembali terlihat, proses kebangkitan dari trauma pun perlahan menemukan jalannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....