Klinik Sains MIN 1 Ende Perkuat Persiapan Siswa Hadapi OSG 2.0
- 10 Sep 2026 14:06 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ende mempersiapkan peserta didiknya menghadapi Olimpiade Science Garuda (OSG) 2.0 melalui pembinaan bertahap dan berkelanjutan. Salah satu program yang menjadi bagian dari persiapan tersebut adalah Klinik Sains yang secara khusus memberikan pembinaan pada mata pelajaran IPA dan Matematika.
Koordinator Klinik MIPA MIN 1 Ende, Faris Al Isra, saat diwawancarai RRI Ende di MIN 1 Ende, Rabu 9 September 2026, mengatakan pembinaan telah dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan kompetisi. Siswa mendapatkan pendampingan dari guru pembimbing sesuai dengan bidang mata pelajaran yang diikuti.
Faris menjelaskan, peserta dipilih melalui proses pemetaan, inventarisasi, hingga seleksi berdasarkan minat dan bidang yang dilombakan. Setelah terpilih, siswa mendapatkan materi pengayaan, latihan soal, pembahasan soal-soal Olimpiade, serta simulasi lomba agar terbiasa menghadapi berbagai bentuk soal.
Ia menegaskan, untuk mata pelajaran selain IPA dan Matematika, pembinaan dilakukan secara mandiri oleh guru pengampu sesuai bidang masing-masing. Menurut Faris, pola tersebut memungkinkan guru menyesuaikan materi pembinaan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap peserta didik.
Faris mengungkapkan, salah satu tantangan dalam persiapan adalah membagi waktu antara pembelajaran reguler dengan latihan Olimpiade. Perbedaan kemampuan setiap siswa juga membuat guru harus menerapkan pola pembinaan dan pendampingan yang berbeda.
Untuk mengatasinya, pihak madrasah melakukan koordinasi antara guru kelas dan guru mata pelajaran pembimbing dalam mengatur jadwal latihan. "Pengaturan tersebut dilakukan agar persiapan OSG 2.0 tidak mengganggu proses pembelajaran utama siswa di kelas masing-masing," katanya.
Ia menambahkan, Selain pembinaan secara berkelompok, guru juga memberikan pendampingan secara personal kepada peserta didik yang mengalami kesulitan pada materi tertentu. Siswa diberikan bimbingan maupun latihan tambahan sesuai kebutuhannya agar lebih memahami materi dan siap menghadapi kompetisi.
Faris berharap proses pembinaan tersebut tidak hanya membuat siswa siap secara akademik, tetapi juga membangun kesiapan mental dan rasa percaya diri. Pengalaman mengikuti OSG 2.0 diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk terus belajar dan berani mengikuti berbagai kompetisi di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....