Polres Ende Gelar Trauma Healing, Pulihkan Keceriaan Anak Pasca Gempa
- 09 Sep 2026 12:42 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Polres Ende menggelar trauma healing bagi 25 murid TK RA Azizah Inayah Rodja, Kelurahan Rukun Lima, Selasa 8 September 2026 siang. Kegiatan tersebut digelar untuk membantu memulihkan rasa aman anak setelah gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah Pulau Flores sebelumnya.
Pendampingan berlangsung mulai pukul 09.20 WITA dengan melibatkan personel Polres Ende yang memiliki kualifikasi pelatihan konselor psikologis anak. Aipda Yumias Markus Lete bersama Brigpol Novi Asmiyati memimpin kegiatan didampingi personel Bagian SDM dan Satuan Lalu Lintas Polres Ende.
Sebanyak 25 murid mengikuti pendampingan dengan pendekatan ramah anak melalui permainan interaktif, komunikasi ringan, serta kegiatan yang menyenangkan. Pendekatan tersebut diarahkan agar anak dapat mengekspresikan ketakutan tanpa merasa tertekan selama proses pendampingan berlangsung di lingkungan sekolah.
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata mengatakan pendampingan psikososial menjadi bagian dari upaya memulihkan keseimbangan emosional anak pascagempa bumi. Menurut dia, anak-anak rentan mengalami kepanikan setelah merasakan guncangan, sehingga pendampingan diperlukan agar mereka kembali percaya diri beraktivitas normal.
Pihak sekolah mengapresiasi kehadiran polisi karena trauma gempa sebelumnya membuat sebagian anak enggan kembali mengikuti pembelajaran di sekolah. Kekhawatiran orang tua terhadap gempa susulan turut memengaruhi tingkat kehadiran siswa sebelum kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan pihak kepolisian.
Guru berharap kegiatan itu membantu mengurangi ketakutan anak sekaligus menumbuhkan kembali keberanian mereka untuk datang dan belajar di sekolah. Pendampingan juga memberi ruang bagi orang tua untuk melihat anak kembali berinteraksi dan mengikuti aktivitas sekolah dengan lebih tenang.
Dalam kegiatan itu, personel kepolisian tidak hanya menyampaikan pesan keamanan, tetapi membangun komunikasi melalui aktivitas yang dekat dengan dunia anak. Cara tersebut membuat suasana pendampingan berlangsung lebih cair, sehingga anak-anak berani berbicara, bermain, dan mengikuti arahan tanpa tekanan.
Trauma akibat bencana dapat memengaruhi keberanian anak untuk kembali ke ruang kelas, terutama ketika kekhawatiran terhadap gempa susulan masih kuat. Karena itu, pemulihan kondisi psikologis anak menjadi penting agar kegiatan belajar dapat berjalan tanpa dibayangi rasa takut berlebihan.
Polres Ende berharap pendampingan serupa dapat membantu mengembalikan keceriaan siswa sekaligus memperkuat rasa aman setelah bencana gempa berlalu. Sekolah dan kepolisian kini mendorong anak kembali menjalani aktivitas belajar secara bertahap, dengan dukungan keluarga serta lingkungan sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....