Lembata Libatkan Lintas Sektor dalam Antisipasi Dampak Kekeringan

  • 09 Sep 2026 12:43 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Antisipasi dampak kekeringan di Kabupaten Lembata dilakukan melalui koordinasi lintas sektor berbasis informasi peringatan dini. Pendekatan tersebut diterapkan dalam proyek Impact Based Forecasting atau IBF yang mulai diuji di Lembata.

Simulasi Meja Rencana Kontingensi Kekeringan Tahun 2026 melibatkan BNPB, BPBD, BMKG, WFP, TNI, Polri, perangkat daerah, camat, kepala desa, dan LSM. Simulasi berlangsung di Lewoleba, Jumat 4 September 2026.

Keterlibatan berbagai sektor diperlukan karena dampak kekeringan dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan masyarakat. Koordinasi sejak sebelum bencana terjadi memungkinkan setiap pihak menyiapkan langkah sesuai tugas dan kewenangannya.

Perwakilan WFP Indonesia Wahyu Kuncoro mengatakan, IBF membantu pemerintah dan pemangku kepentingan mengetahui potensi dampak sebelum bencana terjadi. Dengan informasi tersebut, intervensi dapat diarahkan lebih cepat kepada masyarakat yang paling rentan.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Provinsi NTT Rahmatullah Adji menjelaskan, informasi iklim perlu diterjemahkan menjadi tindakan mitigasi. IBF membantu menghubungkan informasi prakiraan dengan kemungkinan dampak serta langkah yang harus dilakukan.

Pendekatan tersebut juga memperkuat prinsip satu data, satu analisis, dan satu aksi dalam penanganan risiko bencana. Informasi yang diterima setiap pihak diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang selaras dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Lembata menjadi daerah pertama dalam implementasi proyek IBF di Indonesia. Penerapan ini diharapkan menjadi model kesiapsiagaan berbasis dampak untuk menghadapi kekeringan dan ancaman bencana hidrometeorologi lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....