Damkar Sikka Jinakkan Api di Pesisir Bandara Frans Seda

  • 09 Sep 2026 12:37 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Tim Reaksi Cepat Pemadam Kebakaran (Damkar) Sikka “Beruang Merah” bergerak cepat memadamkan kebakaran yang melanda kawasan pesisir Bandara Frans Seda Maumere, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Selasa 8 September 2026 siang. Api diperkirakan membakar lahan seluas sekitar dua hektare dan cepat meluas akibat hembusan angin kencang.

Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sikka, Lambertus Sol Keytimu, SE, mengatakan personel langsung diterjunkan setelah menerima perintah Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago melalui sambungan telepon. Tim Reaksi Cepat kemudian bergerak menuju lokasi untuk mengendalikan kobaran api sebelum menjalar ke kawasan lain.

“Begitu mendapat informasi dan perintah dari Bapak Bupati melalui telepon, kami langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Lambertus saat ditemui usai pemadaman di ruang kerjanya, Jalan Patimura, Maumere.

Menurut Lambertus, kondisi di lokasi cukup menantang karena angin kencang membuat api dengan cepat membesar dan berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Petugas harus melakukan pemadaman secara intensif sekaligus mengantisipasi munculnya kembali kobaran api di tengah kondisi angin yang belum mereda.

Dalam penanganan tersebut, Damkar Sikka mendapat dukungan personel TNI, petugas Bandara Frans Seda Maumere, serta aparat Polres Sikka. Petugas melakukan penyemprotan dari sejumlah titik untuk memutus perambatan api hingga kobaran berhasil dikendalikan.

“Angin cukup kencang sehingga api cepat merambat, namun anggota tetap bekerja maksimal sampai api berhasil dipadamkan dan situasi dapat dikendalikan,” kata Lambertus. Kesigapan seluruh personel, menurutnya, menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak lebih besar.

Lambertus mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur yang membantu proses pemadaman di kawasan pesisir bandara tersebut. Kolaborasi lintas instansi dinilai mempercepat penanganan, terutama ketika kobaran api bergerak cepat dipengaruhi kondisi angin.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut hingga api berhasil dipadamkan. Sementara itu, luas lahan yang terdampak masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh pihak terkait.

Lambertus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat cuaca panas disertai angin kencang. Warga diminta segera melaporkan setiap titik api kepada petugas agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

“Kalau masyarakat melihat ada titik api, segera laporkan, jangan menunggu api membesar karena dalam kondisi angin kencang, api bisa sangat cepat meluas,” ujar Lambertus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....