Pulihkan Trauma, Pendampingan Psikososial Jangkau 1.133 Warga Flores
- 07 Sep 2026 08:25 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Sebanyak 1.133 warga di 22 lokasi di wilayah Flores mendapat pendampingan psikososial dari Keuskupan Agung Ende bersama Caritas Indonesia selama 21 Agustus hingga 2 September 2026. Pendampingan tersebut menyasar masyarakat terdampak, terutama anak dan remaja, untuk membantu mereka menghadapi trauma, kecemasan, dan tekanan emosional selama masa pemulihan.
Ketua Posko Tanggap Darurat Gempa Keuskupan Agung Ende, RD. Reginaldus Piperno, mengatakan pendampingan psikososial menjadi bagian penting dalam respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai RRI Ende, Jumat, 4 September 2026, di Posko Keuskupan Agung Ende, PSE.
RD. Piperno menjelaskan, Pendampingan menjangkau di Kabupaten Nagekeo masing-masing Aeramo, Penginanga, Danga, Wewoloe dan Waekokak, Kecamatan Aesesa. Untuk Ngada ada tujuh 7 lokasi masing-masing , Sarasedu, Wolomeza, Sagalaka, Kecamatan Golewa, di SMKN Aimere, Kecamatan Aimere dan di Hikon serta Ndeterua.
Sementara di Kabupaten Ende meliputi, Aegana dan Tanali, Wologai 2, Kecamatan Ende, Orakeri, Marokoja, Odja dan Otorajo di Kecamatan Nangapanda. Selain itu juga di Ngalupolo, Kecamatan Ndona, Tiwusora Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Watukamba, Kecamatan Maurole dan Kelurahan Rewaranga Kecamatan Ende Timur.
Di setiap lokasi, peserta diajak mengikuti permainan, gerak dan lagu, storytelling, tepukan, bernyanyi serta berbagi cerita. Dari proses pendampingan tersebut, tim menemukan sejumlah kondisi emosional yang dialami peserta, mulai dari trauma, kecemasan, kegelisahan hingga ketakutan terhadap gempa dan kekhawatiran terhadap kondisi keluarga.
"Pendamping memberikan perhatian khusus agar kondisi tersebut tidak menghambat aktivitas sehari-hari maupun proses pemulihan masyarakat,' kata RD. Piperno.
Kegiatan dirancang menyesuaikan usia dan kondisi peserta sehingga mereka lebih mudah mengekspresikan perasaan. Anak dan remaja diberikan ruang yang aman untuk bermain, bernyanyi, bergerak dan bercerita sebagai bagian dari upaya membangun kembali rasa percaya diri, katanya.
Menurut RD. Piperno , respons peserta selama kegiatan menunjukkan perkembangan positif dengan terlihat lebih aktif, bersemangat dan gembira mengikuti rangkaian pendampingan. Mereka juga didorong memiliki inisiatif dan kesadaran untuk kembali menjalani aktivitas secara positif di tengah proses pemulihan.
Selain dukungan psikososial, tim memberikan motivasi kepada anak dan remaja untuk tetap bersemangat belajar serta menjalani kehidupan sehat bersama keluarga. Pendampingan spiritual turut diberikan untuk memperkuat iman, harapan dan hubungan antarsesama dalam menghadapi situasi sulit.
RD. Piperno berharap pendampingan psikososial tersebut dapat membantu masyarakat memulihkan diri, saling menguatkan dan kembali membangun harapan untuk menjalani kehidupan secara lebih baik. dan untuk pemulihan masyarakat perlu memperhatikan kebutuhan fisik, emosional dan spiritual agar proses bangkit dapat berlangsung secara menyeluruh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....