SMAK Syuradikara Kirim Dua Lulusan Kuliah ke China

  • 05 Sep 2026 15:25 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – SMAK Syuradikara Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, membuka jalur pendidikan internasional baru melalui kerja sama dengan Nantong University di Kota Nantong, Provinsi Jiangsu, Tiongkok. Setelah sebelumnya mengirim lulusan ke Nanzan University di Jepang, sekolah tersebut kini memperluas kesempatan belajar bagi siswa ke China.

Pada tahun pertama kerja sama, dua lulusan SMAK Syuradikara, Fidelius Sopi Soka atau Fidel dan Gladwin Andrew Wijaya atau Andrew, dinyatakan lolos seleksi untuk melanjutkan pendidikan di Nantong University. Keduanya memperoleh beasiswa kuliah gratis serta uang saku dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kabupaten Ende selama menjalani pendidikan.

Kepala SMAK Syuradikara, Bruder Kristianus Riberu SVD, mengatakan Fidel dan Andrew menjadi angkatan pertama sekaligus perintis program tersebut. Keduanya sebelumnya mengikuti rangkaian seleksi setelah sekolah menyiapkan delapan siswa untuk mengikuti program, namun hanya dua peserta yang dinyatakan lulus.

“Ini angkatan pertama dan sebagai perintis ke depan,” ujar Bruder Kris saat acara pelepasan kedua lulusan ke China di Ende, Sabtu 5 September 2026. Menurutnya, kerja sama dengan Nantong University menjadi babak baru bagi SMAK Syuradikara dalam memperluas akses pendidikan internasional bagi lulusannya.

Bruder Kris mengapresiasi dukungan INTI Kabupaten Ende yang ikut membuka kesempatan tersebut bagi siswa SMAK Syuradikara. Ia berharap kolaborasi ini menjadi pintu bagi semakin banyak anak daerah untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri.

Ketua INTI Ende, Roby Tjiputra, mengatakan organisasi yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan itu bangga atas keberhasilan Fidel dan Andrew memperoleh beasiswa untuk kuliah di China. Ia menilai kesempatan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan kedua siswa dan keluarga, tetapi juga bagi INTI serta masyarakat Ende.

Roby menyebut Fidel dan Andrew kini menjadi generasi pertama yang merintis akses pendidikan melalui program beasiswa INTI ke China. “Sebagai perintis, perjalanan kalian tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi ada harapan yang kami titipkan,” katanya.

Ia menjelaskan, program beasiswa tersebut pada tahap awal diberikan kepada lulusan SMAK Syuradikara, namun ke depan kesempatan serupa terbuka bagi siswa dari sekolah lain di Kabupaten Ende. Proses pemberian beasiswa tetap dilakukan melalui tahapan seleksi untuk memastikan penerima mampu mengikuti tuntutan pendidikan di luar negeri.

Pengurus INTI Kabupaten Ende

Wakil Ketua II INTI Ende, dr. Robyanto Wahyudi, berpesan agar Fidel dan Andrew menjaga nama baik Indonesia, SMAK Syuradikara, serta keluarga selama berada di China. Ia juga meminta keduanya disiplin belajar, memahami budaya setempat, mengambil nilai-nilai positif, dan tetap mengingat daerah serta asal-usul mereka.

Andrew mengaku bangga sekaligus tertantang mendapat kesempatan kuliah di Nantong University karena dirinya bersama Fidel menjadi perintis kerja sama tersebut. Ia mengatakan kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu modal penting dalam mengikuti seleksi dan menjalani pendidikan di luar negeri.

“Kami adalah generasi perintis maka harus memberikan yang terbaik agar bisa membuka jalan bagi adik-adiknya,” ujar Andrew. Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris menjadi bekal utama karena kemampuan tersebut dapat membuka lebih banyak peluang pendidikan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....