Uskup Agung Tokyo Hadiri Kunjungan Persaudaraan ke SMAK Syuradikara Ende

  • 17 Jul 2026 17:38 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kunjungan Uskup Agung Tokyo, Kardinal Tarcisio Isao Kikuchi, SVD, bersama Uskup Niigata Jepang, Mgr. Paulus Narui Daisuke, SVD, dan Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, ke SMA Swasta Katolik (SMAK) Syuradikara Ende berlangsung meriah, Jumat (17/7/2026). Kehadiran para pemimpin Gereja Katolik tersebut disambut hangat oleh civitas akademika, alumni, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Ende.

Penyambutan diawali dengan atraksi drumband para siswa, dilanjutkan penampilan musik tradisional Nggo Wani dan tarian adat yang mengiringi rombongan menuju panggung utama. Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, turut mendampingi rombongan sejak tiba di lingkungan sekolah.

Suasana penuh sukacita terlihat ketika Kardinal Tarcisio Kikuchi dan Mgr. Paulus Narui Daisuke menyapa para guru, siswa, serta alumni SMAK Syuradikara. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kunjungan persaudaraan yang mempererat hubungan Gereja Katolik di Indonesia dan Jepang, khususnya dalam karya pendidikan yang dijalankan Serikat Sabda Allah (SVD).

Dalam sambutannya yang disampaikan dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, Kardinal Tarcisio mengaku bersyukur dapat mengunjungi SMAK Syuradikara yang memiliki lebih dari 1.200 siswa. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi yang sangat penting bagi masa depan bangsa sekaligus kehidupan Gereja.

"Pendidikan adalah investasi bagi masa depan. Melalui pendidikan yang baik, kita membangun harapan bagi generasi muda dan masa depan masyarakat," ungkap Kardinal Tarcisio.

Mgr. Paulus Budi Kleden menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya ditentukan oleh gedung yang megah, fasilitas yang lengkap, maupun tenaga pendidik yang berkualitas. Menurutnya, inti dari pendidikan adalah tumbuhnya harapan melalui relasi antarmanusia.

Ia menyampaikan pesan Kardinal Tarcisio bahwa harapan tidak dapat dibangun secara instan, tetapi lahir ketika seseorang membuka diri untuk bertemu, berdialog, dan membangun hubungan dengan sesama. Karena itu, SMAK Syuradikara diharapkan menjadi ruang perjumpaan yang menumbuhkan harapan bagi generasi muda.

Mgr. Paulus Budi Kleden juga mengungkapkan harapannya agar nilai-nilai tersebut terus hidup dalam budaya pendidikan di SMAK Syuradikara. Ia menambahkan, Kardinal Tarcisio telah menyatakan kesediaannya untuk memenuhi undangan menghadiri perayaan syukur Hari Ulang Tahun ke-75 SMAK Syuradikara pada waktu mendatang.

Sementara itu, Kepala SMAK Syuradikara Ende, Bruder Kristianus Riberu, SVD, mengatakan kunjungan Kardinal Tarcisio bersama Uskup Niigata merupakan kunjungan persaudaraan mengingat SMAK Syuradikara berada di bawah karya misi Serikat Sabda Allah (SVD).

Menurutnya, kehadiran kedua pemimpin Gereja tersebut menjadi penguatan bagi seluruh keluarga besar sekolah dalam membangun pendidikan yang berkualitas sekaligus memperteguh komitmen terhadap spiritualitas Santo Arnoldus Janssen sebagai pendiri SVD.

Bruder Kristianus berharap semangat persaudaraan dan pelayanan yang diwariskan Santo Arnoldus Janssen terus menginspirasi peningkatan mutu pendidikan serta pembentukan karakter peserta didik di SMAK Syuradikara Ende.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....