Tiga Kabupaten di Flores Kembali Terima Bantuan dari APERSI, Warga Apresiasi
- 05 Sep 2026 09:32 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Nagekeo - Di tengah upaya pemulihan pascagempa bumi Flores, warga di Kabupaten Nagekeo, Ende, dan Sikka kembali menerima bantuan sembako dari Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI. Tim peduli APERSI menyalurkan bantuan secara merata ke 11 titik pada Jumat, 4 September 2026.
Dalam aksi ini, Ketua Umum DPP APERSI Deddy Indrasetiawan, Sekjen Makhrus Sholeh, Bendahara Umum Irwansyah Putra, bersama bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) menerjunkan tujuh anggota Satgas APERSI Peduli Tahap 2 ke tiga kabupaten terdampak tersebut.
Tim Satgas APERSI Peduli ini terdiri atas Wakil Ketua Umum Bidang Perumahan Komersial, Hunian Vertikal, dan TOD Adi Dharma; Wakil Ketua Umum Bidang Hukum, Advokasi, dan Perlindungan Developer Syahrudin Latif; serta Wakil Sekjen Bidang Pengembangan Kawasan Jawa, Bali, NTB, dan NTT Nurdian Fajar.
Selain itu, tim juga melibatkan Ketua DPD APERSI NTT Thobias Lay, Sekretaris DPD APERSI NTT Jambres Panala, Ketua Korwil Flores DPD APERSI NTT Gabriel Lako, serta perwakilan Sekretariat DPP APERSI.
Sebelumnya, pada Agustus 2026, APERSI telah menuntaskan penyaluran bantuan tahap pertama di sembilan titik yang tersebar di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Bantuan yang disalurkan berupa sembako, tenda, selimut, susu, air mineral, makanan siap saji, minyak goreng, sabun mandi, dan sabun cuci.
Kedatangan tim APERSI Peduli disambut haru dan antusias oleh warga. Bantuan tersebut dinilai menjadi bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa bumi.
Warga Desa Nangodhero, Kecamatan Wolowae, Matilde, menyampaikan terima kasih kepada APERSI yang telah datang dan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak langsung gempa Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu. Menurutnya, warga hanya dapat membalas kepedulian tersebut melalui doa.
“Sebagai pusat titik terdekat gempa, kalau dari Nagekeo secara keseluruhan itu 30 kilometer. Tetapi dari kami, jaraknya hanya 19 kilometer dari titik gempa. Karena itu, kami sebagai korban menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian dari APERSI. Semoga mereka juga diberi kesehatan dan senantiasa dalam lindungan Tuhan,” ungkapnya.
Senada dengan Matilde, Ketua RT 29 Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, menyampaikan apresiasi atas perhatian APERSI terhadap warga terdampak gempa bumi di wilayah tersebut. Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat membantu meringankan beban masyarakat yang masih berada dalam masa pemulihan.
“Saya sebagai Ketua RT masih terus berproses dalam penanganan bencana. Kondisi ini memang tidak mudah, apalagi warga masih terus membutuhkan bantuan. Hari ini APERSI datang melihat dan membawa bantuan untuk kami di sini. Kami sangat senang dan berterima kasih atas kepeduliannya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, di wilayahnya terdapat 64 kepala keluarga dengan total 243 jiwa. Dari 57 unit rumah yang dihuni, terdapat sejumlah rumah yang ditempati oleh satu hingga dua kepala keluarga.
Berdasarkan pendataan kondisi fisik bangunan, sebanyak 36 unit rumah mengalami kerusakan. Sekitar 22 unit di antaranya dikategorikan rusak berat berdasarkan kondisi di lapangan.
Adapun hasil asesmen tim pendataan perumahan tercatat sembilan rumah mengalami kerusakan sedang, sedangkan sisanya masuk kategori rusak ringan.
Ia menerangkan, sebagian besar warga dari 57 unit rumah tersebut hingga kini belum berani kembali tinggal di dalam rumah yang mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap gempa susulan yang masih terjadi.
“Sekali lagi kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada APERSI. Bukan soal seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi kepedulian dan kehadiran bapak-bapak dari APERSI di tengah kondisi yang kami alami saat ini menguatkan hati dan memberikan semangat baru bagi kami,” ujarnya.
Sementara, Wakil Ketua Umum Bidang Perumahan Komersial, Hunian Vertikal, dan TOD APERSI, Adi Dharma, menjelaskan bantuan kemanusiaan tersebut merupakan hasil gotong royong sekitar 5.000 pengembang anggota APERSI yang tersebar di 27 provinsi dan ratusan koordinator wilayah di Indonesia.
“Jadi, kali ini bantuan tahap kedua. Tahap pertama pada Agustus 2026 menyasar Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Bantuan ini sebagai wujud kepedulian dan solidaritas APERSI terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Flores, Provinsi NTT,” ujar Dharma.
Dharma menjelaskan, bantuan tahap kedua disalurkan kepada sekitar 1.200 kepala keluarga di 11 titik yang tersebar di tiga kabupaten. Di Kabupaten Ende, bantuan disalurkan di satu titik, yakni Desa Nangakeo, sebelum tim melanjutkan penyaluran ke Kabupaten Nagekeo.
Di Kabupaten Nagekeo, bantuan disalurkan di sejumlah wilayah terdampak, terutama Kecamatan Aesesa yang mencakup tujuh RT di Desa Kolikapa, Desa Lape, Desa Marapokot, Kelurahan Danga, serta satu titik kumpul di depan Gereja Santrum.
Penyaluran juga dilakukan di Desa Nangodhero, Kecamatan Wolowae. Sementara di Kabupaten Sikka, Satgas APERSI Peduli menyerahkan bantuan kepada warga terdampak di Desa Madowet, Kecamatan Alok.
“Target awal kita menyerahkan bantuan di 10 titik. Namun dalam perjalanan, ada penambahan satu titik di Desa Marapokot, Kabupaten Nagekeo. Untuk di Kabupaten Sikka, selain menyalurkan bantuan, kami juga melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rumah subsidi,” kata Dharma.
Dharma mengapresiasi DPP APERSI dan DPD APERSI dari berbagai daerah yang turut berpartisipasi dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Flores, NTT.
Secara keseluruhan, program APERSI Peduli Bencana NTT tahap pertama dan kedua ditargetkan menjangkau sekitar 2.500 kepala keluarga terdampak.
“Kami menargetkan program APERSI Peduli Bencana NTT tahap satu dan dua menjangkau sekitar 2.500 keluarga terdampak. Bantuan ini bukan hanya berupa dukungan materi, tetapi juga menjadi tanda kasih, solidaritas, dan kepedulian yang diharapkan dapat menguatkan semangat masyarakat untuk bangkit kembali,” ujarnya.
Ia menerangkan, aksi kemanusiaan APERSI bukan kali pertama dilakukan. Bantuan serupa sebelumnya juga telah disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak sekaligus meringankan beban masyarakat selama masa pemulihan pascagempa. Kehadiran APERSI juga diharapkan menjadi bentuk dukungan moral bagi warga agar tetap kuat dan optimistis dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....