Flores Timur Catat Nol Kematian Ibu dan Bayi hingga Agustus 2026

  • 04 Sep 2026 13:46 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur – Kabupaten Flores Timur mencatat nol kasus kematian ibu dan bayi sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, meski penguatan layanan tetap diperlukan menghadapi tantangan geografis dan bencana.

Bupati Flores Timur, Ir. Anton Doni Dihen, menyampaikan capaian tersebut saat membuka Kick Off Project Mentari Adaptif dan Ketahanan Layanan Kebidanan di NTT dalam Menghadapi Bencana dan Perubahan Iklim di Aula Hotel Sunrise, Senin 31 Agustus 2026.

Anton Doni mengatakan tidak adanya kematian ibu dan bayi menjadi salah satu indikator adanya kemajuan dalam pelayanan kesehatan di wilayah Flores Timur. Menurutnya, capaian itu tidak terlepas dari kesinambungan pelayanan serta kerja tenaga kesehatan yang berada di fasilitas kesehatan hingga lapangan.

“Ini artinya ada banyak kemajuan dalam berbagai hal,” kata Anton Doni.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus menjalankan berbagai inovasi untuk menekan risiko kematian ibu dan bayi sekaligus mengatasi persoalan stunting. Salah satunya melalui program GO CINTA 2H2 yang diarahkan untuk memperkuat upaya penurunan stunting, Angka Kematian Ibu, dan Angka Kematian Bayi.

Meski capaian tersebut positif, Anton Doni mengingatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak tidak boleh berhenti pada pencapaian angka nol. Kondisi geografis Flores Timur dan ancaman bencana, termasuk gempa bumi serta erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, membutuhkan sistem pelayanan yang mampu tetap berjalan dalam situasi darurat.

Menurutnya, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, terutama bidan, menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan tersebut. Bidan yang bertugas di puskesmas maupun posko kesehatan dituntut mampu memberikan pelayanan secara cepat dan menyesuaikan diri dengan kondisi ketika bencana terjadi.

Anton Doni menyambut baik pelaksanaan Project Mentari di Flores Timur karena memberikan ruang bagi para bidan untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari maupun saat terjadi bencana.

“Flores Timur beruntung mendapatkan project kegiatan ini. Para bidan akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat, baik untuk menghadapi situasi bencana maupun dalam melakukan persiapan sebelum bencana,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur berharap penguatan kapasitas tenaga kesehatan dapat mempertahankan capaian pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus memastikan layanan tetap tersedia saat terjadi gangguan akses maupun kerusakan fasilitas kesehatan akibat bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....