Sebanyak 5 Ha Jambu Mente Gagal Panen akibat Gempa Flores

  • 04 Sep 2026 13:57 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Gempa bumi Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026 tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada sektor perkebunan di Kabupaten Ende. Sedikitnya lima hektare tanaman jambu mete milik petani dilaporkan mengalami gagal panen akibat guncangan gempa yang cukup keras.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende, Gadir Dean, SP., mengatakan bunga tanaman jambu mete berguguran saat gempa terjadi. Kondisi tersebut membuat tanaman tidak mampu menghasilkan buah sehingga petani, terutama di wilayah utara Kabupaten Ende, terancam kehilangan hasil panen.

“Ketika terjadi gempa, bunga-bunga jambu mete semuanya gugur dan saat ini kita sedang melaporkan ke kementerian kira-kira solusinya bagaimana,” ujar Gadir kepada RRI di Ende, Rabu 2 September 2026. Ia menyebut kerusakan tanaman tersebut diketahui berdasarkan laporan penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta pengaduan langsung dari para petani.

Menurut Gadir, dampak gempa terhadap sektor pertanian menjadi persoalan baru dalam penanganan pascabencana di Kabupaten Ende. Selain kerusakan bangunan, jalan, dan jembatan, guncangan gempa juga menimbulkan kerusakan pada tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Gadir mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian RI untuk mencari bentuk penanganan bagi petani yang mengalami kerugian akibat kerusakan tanaman. Koordinasi diperlukan karena kerusakan tanaman akibat gempa belum secara jelas terakomodasi dalam nomenklatur pelaporan bencana alam.

“Kalau soal dampak dari gempa, tidak saja dirasakan oleh mereka yang rumahnya rusak, namun mereka yang tanaman pertaniannya ikut rusak,” katanya. Karena itu, pemerintah daerah berupaya membawa persoalan tersebut ke tingkat kementerian agar nasib petani yang kehilangan hasil produksi mendapat perhatian.

Ia menambahkan, dampak terhadap tanaman jambu mete cukup memprihatinkan karena kerugian petani tidak langsung terlihat seperti kerusakan rumah atau fasilitas umum. Gugurnya bunga menyebabkan petani kehilangan peluang produksi pada musim panen, sementara pemulihan tanaman membutuhkan waktu.

Pemerintah Kabupaten Ende, kata Gadir, akan terus menginventarisasi dampak gempa terhadap sektor pertanian melalui petugas di lapangan. Data tersebut akan menjadi bahan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk menentukan langkah bantuan atau solusi bagi petani terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....