Pembelajaran Pascagempa, SMPN 1 Ende Terapkan Sistem Dua Sesi
- 01 Sep 2026 22:34 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Lembaga Pendidikan SMPN 1 Ende menerapkan sistem pembelajaran dua sesi pasca gempa bumi, untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan aman. Kebijakan tersebut mulai diterapkan sejak 29 Agustus 2026 dengan mempertimbangkan kondisi bangunan sekolah dan risiko gempa susulan.
Plt. Kepala SMPN 1 Ende, Godefrida Rosa Dalima Suria, S.Pd pada Senin 31 Agustus 2026 mengatakan pembagian sesi berlaku bagi siswa kelas 7, 8, dan 9.
Sesi pertama berlangsung pukul 07.15 hingga 10.00 untuk siswa nomor urut satu sampai 16.
Sementara, sesi kedua berlangsung pukul 10.00 hingga 12.40 bagi siswa nomor urut 17 sampai 32. Pembagian tersebut dilakukan untuk membatasi jumlah siswa dalam satu sesi dan menyesuaikan kondisi ruang belajar pascagempa.
Menurutnya, Bangunan SMPN 1 Ende mengalami kerusakan ringan hingga sedang, namun tidak terdapat ruang yang mengalami kerusakan berat.
Meski demikian, ruang kelas di lantai dua belum digunakan dan pembelajaran dialihkan ke tenda di halaman depan serta Lapangan Triguna.
Selama masa darurat hingga 12 September, sekolah menyesuaikan durasi pembelajaran dan materi yang diberikan kepada siswa.
Durasi satu jam pelajaran dipangkas menjadi 20 menit, sementara pembelajaran difokuskan pada materi esensial dan ekstrakurikuler ditiadakan sementara.
"Pembelajaran tetap dijalankan dengan penyesuaian agar siswa dapat belajar secara aman selama masa darurat", ujarnya.
Ditambahkan, pihak sekolah masih menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaan pembelajaran di tenda darurat.
Selain cuaca panas dan angin, penggunaan infokus serta media digital belum dilakukan karena kekhawatiran terhadap keamanan aliran listrik.
Sekolah juga masih membutuhkan tambahan tenda untuk menampung kelas-kelas yang berada di bawah bangunan lantai dua.
Hingga kini, SMPN 1 Ende telah menerima satu unit tenda dari Polres Ende untuk mendukung pembelajaran pascagempa.
Tag
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....