Pemprov NTT Perkuat Kolaborasi dengan Save The Children Bantu Warga Terdampak

  • 01 Sep 2026 20:40 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkuat kolaborasi dengan Save the Children Indonesia dan CIS Timor untuk menangani dampak gempa bumi di Pulau Flores. Komitmen tersebut mengemuka saat Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menerima audiensi CEO Save the Children Indonesia Desy Kurwiany, bersama Duta Pahlawan Anak Krisdayanti dan Yuni Shara serta Direktur CIS Timor Haris Oematan, di Ruang Kerja Gubernur, Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam pertemuan itu, Save the Children Indonesia bersama CIS Timor menyampaikan rencana respons kemanusiaan di Kabupaten Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur. Bantuan akan difokuskan pada kebutuhan mendesak warga di pengungsian, terutama penyediaan air bersih dan air minum, pangan, serta tenda ruang belajar sementara.

Desy mengatakan perhatian khusus diberikan kepada anak-anak agar mereka tetap memiliki ruang aman untuk belajar, bermain, sekaligus memperoleh dukungan psikososial di tengah situasi pascabencana. “Besok kami turun ke tiga kabupaten: Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur. Kami fokus pada penyediaan air bersih dan air minum, pemenuhan kebutuhan pangan, serta penyiapan tenda ruang belajar sementara,” ujar Desy.

Gubernur Melki menyambut baik dukungan tersebut dan menegaskan bahwa air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak di lokasi pengungsian karena sejumlah sumber air mulai keruh. Selain pemenuhan kebutuhan dasar, Pemprov NTT juga mendorong agar aktivitas pendidikan anak segera kembali berjalan, meski dalam kondisi terbatas.

Menurut Melki, pemulihan pascabencana tidak boleh hanya berfokus pada perbaikan bangunan, tetapi juga harus memastikan hak anak atas perlindungan, pendidikan, dan pemulihan psikologis tetap terpenuhi. Sebelumnya, Save the Children Indonesia bersama CIS Timor dan Humanitarian Forum Indonesia telah melakukan Rapid Needs Assessment di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, dan Manggarai.

Bantuan yang telah disalurkan mencakup paket sembako, selimut, matras, logistik pangan, shelter kit, dan jeriken. Dukungan kesehatan mental dan psikososial juga telah menjangkau 104 anak usia 7–10 tahun di Ruteng dan Desa Golo Lalong, serta diperluas ke Kabupaten Nagekeo sejak 20 Agustus 2026.

Besarnya dampak gempa membuat kolaborasi lintas pihak menjadi semakin penting. Berdasarkan data BNPB per 27 Agustus 2026, bencana tersebut telah menyebabkan 111 orang meninggal dunia, 1.672 orang luka-luka, 176.621 jiwa mengungsi, serta merusak 84.562 rumah, 1.918 fasilitas pendidikan, dan 118 fasilitas kesehatan.

Pemprov NTT bersama pemerintah pusat, BNPB, BPBD, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, dan relawan terus memperkuat respons darurat agar seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan, sekaligus memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak untuk terlindungi dan tetap belajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....