TNI AU Prioritaskan Warga Terisolir Pascagempa Flores

  • 31 Agt 2026 16:02 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • TNI AU memprioritaskan warga di wilayah terisolir yang sulit dijangkau akibat akses jalan tertutup longsor.
  • Distribusi bantuan menggunakan jalur udara melalui titik aju di Maumere, Ende, dan Labuan Bajo dengan dukungan pesawat dan helikopter.
  • Kebutuhan utama warga adalah kepedulian, makanan siap saji, dan bahan pokok, selain dukungan kesehatan.
  • TNI AU memberikan motivasi kepada anak-anak melalui kegiatan sederhana bernuansa perayaan 17 Agustus untuk membantu membangkitkan semangat pascabencana.

RRI.CO.ID, Ende - TNI Angkatan Udara memprioritaskan distribusi bantuan kepada warga di wilayah terisolir yang terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Dansubsatgasud Ende, Mayor Kum Dhimas Hendradi D.T.,SH., C.L.A, kepada RRI, Jumat, 28 Agustus 2026, mengatakan akses jalan yang terputus akibat longsor menjadi kendala utama dalam penyaluran bantuan ke sejumlah desa.

Dhimas mengatakan, timnya mulai melakukan pemetaan melalui udara dan darat sejak 16 Agustus 2026 untuk menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan segera. Pemetaan tersebut menemukan sejumlah akses menuju desa tertutup material longsoran, sehingga tim harus menembus medan sulit, bahkan berjalan kaki untuk menjangkau warga.

Dalam mendukung operasi kemanusiaan, TNI AU membentuk Satuan Tugas Udara untuk mendistribusikan bantuan sosial, personel, dan tenaga kesehatan ke daerah terdampak. Distribusi dilakukan melalui sejumlah titik aju di Maumere, Ende, dan Labuan Bajo, dengan dukungan pesawat angkut serta helikopter untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.

Di lapangan, kebutuhan yang paling banyak disampaikan masyarakat bukan hanya makanan siap saji dan bahan pokok, tetapi juga perhatian dan kepedulian. Dhimas menyebut warga terdampak membutuhkan kepastian bahwa kondisi mereka diketahui dan diperhatikan, termasuk masyarakat yang berada jauh dari posko dan aksesnya terisolasi.

Selain bantuan logistik, tim TNI AU juga memberikan dukungan psikososial sederhana, khususnya kepada anak-anak. Menurut Dhimas, kegiatan seperti permainan dan lomba bernuansa 17 Agustus dipilih untuk membangkitkan semangat anak-anak setelah gempa dan gempa susulan membuat perayaan kemerdekaan mereka tidak terlaksana seperti biasa.

Dhimas menegaskan penanganan pascagempa dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD, fasilitas kesehatan, dan unsur terkait lainnya, termasuk untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi medis. Ia berharap masyarakat Flores tetap kuat menghadapi masa pemulihan, meningkatkan kepedulian terhadap alam, serta terus berserah kepada Tuhan di tengah kondisi bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....