Trauma Healing Pulihkan Mental 350 Pelajar SMAK Syuradikara Ende
- 31 Agt 2026 16:03 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Endde - Tim Psikologi Polda NTT dan Jawa Timur memulihkan kondisi mental 350 pelajar SMAK Syuradikara Ende melalui trauma healing. Pendampingan digelar Senin 31 Agustus 2026 pagi, setelah gempa bumi mengguncang Flores dan memicu kepanikan serta ketakutan di kalangan siswa sekolah.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.15 Wita di kompleks sekolah, Jalan Wirajaya, Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende. Sebanyak 350 siswa mengikuti sesi pendampingan secara antusias dengan pendekatan interaktif untuk mengelola emosi setelah mengalami guncangan gempa.
Pendampingan dipimpin Kabag Psikologi Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan bersama Paur Subbagpsipers Polda Jatim Iptu Ellan Wahyudi, Psikolog. Tim tersebut diperkuat empat personel psikologi Polda Jatim, dua konselor Polres Ende, serta pengurus Bhayangkari Cabang Ende setempat.
Dalam sesi pemulihan, siswa diajak mengenali kecemasan, mengekspresikan emosi, dan membangun kembali rasa aman setelah gempa mengguncang Flores. Metode interaktif membuat pendampingan tidak terasa kaku, karena siswa dapat berkomunikasi dan mengikuti aktivitas secara terbuka bersama tim.
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata mengatakan, pemulihan psikologis penting agar siswa tidak terus terbebani ketakutan pascabencana yang terjadi. Menurutnya, bencana meninggalkan dampak fisik sekaligus kecemasan yang dapat mengganggu konsentrasi dan keberanian siswa mengikuti pembelajaran di sekolah.
"Kehadiran psikolog di sekolah memberi ruang bagi pelajar untuk mengolah pengalaman traumatis secara sehat dan bertahap. Polres Ende bersama jajaran Polda NTT dan Polda Jatim berupaya menjaga proses pemulihan berlangsung berkelanjutan bagi para siswa." katanya.
Kegiatan juga mempertemukan unsur kepolisian, psikolog, konselor, Bhayangkari, dan sekolah dalam satu agenda pemulihan pascabencana bagi pelajar Ende. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu sekolah mengenali kebutuhan emosional siswa sekaligus mendorong mereka kembali belajar tanpa rasa takut berlebihan dan berkepanjangan.
Pendampingan ini menjadi bagian dari respons kepolisian terhadap dampak nonfisik gempa yang dirasakan masyarakat di Flores, termasuk pelajar. Pemulihan mental dinilai penting agar proses pendidikan tetap berjalan ketika siswa menghadapi ketidakpastian pascagempa dan berbagai dampaknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....