BPJS Ketenagakerjaan Verifikasi Korban Gempa Meninggal Sikka

  • 31 Agt 2026 16:08 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – BPJS Ketenagakerjaan masih memverifikasi enam warga yang meninggal dunia akibat gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka. Verifikasi dilakukan untuk memastikan apakah terdapat korban yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Ade Aryan Manalatandi mengatakan, salah satu nama korban yang masih dalam proses identifikasi disebut berdomisili di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok. Pihaknya membutuhkan data kependudukan yang lebih lengkap untuk memastikan kesesuaian identitas dengan data kepesertaan.

“Dari identifikasi nama di kepesertaan kami ada nama Paskalis Nong. Tetapi nama itu cukup banyak, kami membutuhkan NIK untuk memastikan identitas orangnya,” kata Ade saat penyaluran bantuan bagi pengungsi gempa di Maumere, Jumat 28 Agustus 2026.

Menurut Ade, BPJS Ketenagakerjaan telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memperoleh kepastian identitas para korban. Hingga kini, pihaknya juga belum menerima laporan mengenai peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami luka akibat gempa saat sedang bekerja.

Di tengah proses pendataan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan bersama sejumlah unsur turut menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak melalui Posko Tanggap Darurat Kabupaten Sikka. Bantuan diserahkan bersama manajemen bisnis ketenagakerjaan, pengurus serikat pekerja, Yayasan Alamviro, dan Ikatan Istri Karyawan BPJS Ketenagakerjaan.

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, kasur busa lipat, dan selimut melalui BPBD Kabupaten Sikka. Selain bantuan logistik, Ikatan Istri Karyawan BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan donasi tunai sebesar Rp31,25 juta yang ditransfer langsung ke rekening Posko Tanggap Darurat.

Ade mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa. Ia berharap bantuan itu dapat membantu kebutuhan warga selama masa penanganan dan pemulihan bencana.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat yang terdampak bencana. Kami juga turut berdoa agar bencana ini cepat berakhir dan kondisi Kabupaten Sikka segera pulih,” ujarnya.

Bantuan serupa juga disalurkan BPJS Ketenagakerjaan melalui kantor cabangnya di sejumlah wilayah lain yang terdampak gempa. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Ende, Ngada, Nagekeo, dan Manggarai Barat.

Dalam kesempatan itu, Ade juga mengingatkan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja. Menurutnya, risiko kecelakaan maupun kematian dapat terjadi kapan saja tanpa dapat diprediksi.

“Risiko itu kita tidak pernah tahu. Tiba-tiba terjadi tanpa ada peringatan,” katanya.

BPJS Ketenagakerjaan saat ini menerapkan relaksasi iuran untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Iuran yang sebelumnya sebesar Rp16.800 per orang per bulan menjadi Rp8.400 per orang per bulan hingga Desember 2026, dengan manfaat perlindungan tetap sesuai ketentuan.

Khusus bagi pekerja di sektor transportasi, relaksasi iuran tersebut berlaku hingga Maret 2027. Ade menegaskan, penurunan besaran iuran tidak mengurangi manfaat perlindungan maupun nilai santunan yang diterima peserta sesuai ketentuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....