Tim BERGUNA Dampingi Warga Bangkit dan Kembali Pulang
- 31 Agt 2026 08:12 WIB
- Ende
RRI.CO.ID MANGGARAI TIMUR,- Dua minggu pasca-gempa bumi yang mengguncang kawasan Flores pada 15 Agustus 2026, upaya pemulihan terus berjalan. Kendati puing-puing bangunan mulai disingkirkan, sebagian besar warga di berbagai desa masih bertahan di tenda pengungsian.
Menanggapi kondisi tersebut, Tim BERGUNA (Bergiat Untuk Nusa) menegaskan komitmennya untuk tetap mendampingi warga terdampak hingga tahap pemulihan mandiri tercapai. Sejak hari pertama pasca-bencana, tim relawan BERGUNA bergerak cepat dari Larantuka untuk bergabung dalam Operasi Search and Rescue (SAR) selama dua hari.
Setelah tahap penanganan darurat awal, fokus aksi digeser ke pemetaan kebutuhan mendalam di lapangan. Dari hasil pendataan tersebut, BERGUNA mencatat sebuah poin krusial: meski banyak hunian rusak, sumber penghidupan warga seperti sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan masih berpotensi besar untuk diakses kembali.
"Gempa ini berat, tapi tidak meluluhlantakkan semuanya. Kita orang Flores adalah masyarakat yang mandiri. Kita harus bisa bangkit, berdamai dengan keadaan, dan secara bertahap kembali ke rumah untuk beraktivitas seperti biasa," kata Rofinus Monteiro, Ketua Perkumpulan BERGUNA yang memimpin langsung aksi di lapangan.
Dalam rentang waktu dua minggu, aksi kemanusiaan BERGUNA telah menjangkau 475 Kelompok Keluarga (KK) di 16 Desa yang tersebar di 5 Kabupaten, mulai dari Kabupaten Sikka hingga Manggarai Timur. Fokus intervensi mencakup empat pilar utama.
Pertama: Bantuan survival dan santunan beruapa penyaluran santunan duka bagi keluarga korban meninggal dari kelompok kurang mampu, serta pemenuhan perlengkapan dasar pengungsian (tenda, terpal, selimut, tikar, hingga jerigen).
Kedua: Dapur hangat, penyediaan fasilitas air hangat rutin di posko pengungsian guna menopang kesehatan warga saat suhu dingin malam hari.
Ketiga: Dukungan energi dan inklusivitas dengan penyaluran bantuan pulsa listrik bagi rumah warga yang dijadikan pos pengungsian bersama serta area pengungsian khusus penyandang disabilitas.
Keempat: Edukasi eempa dan trauma healing berupa sosialisasi edukasi kebencanaan dari tenda ke tenda untuk memberikan pemahaman saintifik terkait karakter gempa dan langkah mitigasi yang tepat.
Melalui edukasi kebencanaan ini, BERGUNA meredam kecemasan berlebih warga yang enggan kembali ke rumah semata-mata karena trauma dan ketidakjelasan informasi. Bagi warga yang huniannya masih aman secara struktur, tim menyarankan pembuatan tenda darurat di pekarangan rumah terlebih dahulu agar aktivitas harian dapat perlahan pulih di siang hari.
BERGUNA turut mendorong pemangku kepentingan untuk memperluas sebaran tim edukasi bencana di area terdampak guna mencegah pos pengungsian menjadi tempat tinggal permanen yang berkepanjangan. Tim BERGUNA dijadwalkan bertahan di lapangan hingga satu minggu ke depan guna memastikan transisi pemulihan warga berjalan optimal.
Organisasi membuka ruang kolaborasi bagi seluruh pihak yang ingin bergotong-royong dalam aksi kemanusiaan ini. Hal ini dikarenakan perkumpulan BERGUNA adalah organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan nilai, ekonomi kerakyatan, respon bencana, keselamatan laut, serta penguatan kemandirian masyarakat pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....