Posko Terpadu Aeramo Jadi Titik Kolaborasi Penanganan Gempa
- 28 Agt 2026 22:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Nagekeo- Pos Pengungsian Terpadu Aeramo menjadi titik kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat pelayanan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo. Hal itu disampaikan Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB Pospenas Maumere, Nelwan Harahap, S.P., M.Tr.A.P., saat menghadiri peluncuran Pos Pengungsian Terpadu Aeramo, Kamis 27 Agustus 2026.
Nelwan mengatakan kehadiran posko tersebut bukan sekadar menunjukkan keberadaan lembaga kemanusiaan, tetapi menjadi ruang bersama bagi pihak-pihak yang memiliki kepedulian dan sumber daya untuk membantu masyarakat terdampak. Menurutnya, seluruh potensi tersebut perlu digerakkan dalam satu semangat bela rasa.
“Bela rasa itu adalah satu sentuhan ketika ada orang lain yang membutuhkan, ada orang lain yang merasa menderita, maka dengan segenap hati dan sentuhan kasih, setiap orang tergerak untuk memberikan pelayanan terbaik,” ujar Nelwan.
Ia menjelaskan, Pos Pengungsian Terpadu Aeramo sengaja dibentuk sebagai posko gabungan yang terbuka bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam penanganan dampak bencana. Dengan konsep tersebut, berbagai sumber daya dapat dihimpun dan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
Nelwan menegaskan, pelaksanaan pelayanan di posko tersebut tetap terintegrasi dengan komando penanganan darurat Kabupaten Nagekeo. Ia menyebut Wakil Bupati Nagekeo menjalankan peran sebagai incident commander di pos lapangan sehingga koordinasi antarpos dapat berlangsung secara terpadu.
“Kalau ada kekurangan di sana kita akan mendukung, kalau ada kekurangan di sini nanti dari posko lapangan Nagekeo juga akan memberikan dukungan,” katanya.
Menurut Nelwan, BNPB melalui Pos Pendamping Nasional Wilayah II di Maumere juga akan terus memantau perkembangan penanganan bencana di Nagekeo. Dukungan akan diberikan terhadap berbagai layanan yang masih dibutuhkan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut menjadi penting karena penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Pemerintah, lembaga kemanusiaan, relawan, serta berbagai unsur masyarakat perlu bergerak bersama agar pelayanan kepada penyintas dapat berlangsung cepat dan sesuai kebutuhan.
Nelwan berharap keberadaan Pos Pengungsian Terpadu Aeramo dapat memperkuat sinergi seluruh pihak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Ia berharap setiap kebutuhan di lapangan dapat segera teridentifikasi dan ditindaklanjuti melalui kerja sama yang terkoordinasi, sehingga masyarakat memperoleh pendampingan dan bantuan sesuai kebutuhannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....