Pemkab Ende Salurkan Bantuan Untuk Mahasiswa Asrama STIPAR Ende

  • 28 Agt 2026 22:28 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Pemerintah Kabupaten Ende melalui Posko Tanggap Darurat Bencana menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan dasar kepada mahasiswa penghuni Asrama Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (STIPAR) Ende, Rabu 26 Agustus 2026. Bantuan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang turut terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya.

Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bagian dari distribusi puluhan ribu paket logistik yang digerakkan Pemerintah Kabupaten Ende selama masa tanggap darurat. Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda turun langsung menyerahkan bantuan kepada para penghuni asrama.

Yosef mengatakan bantuan tersebut diprioritaskan karena sebagian besar mahasiswa yang tinggal di Asrama STIPAR berasal dari berbagai daerah di Flores. Banyak di antara mereka merupakan anak dari keluarga yang juga terdampak gempa bumi.

“Mereka semua tinggal di asrama dan sangat membutuhkan bantuan sembako maupun kebutuhan lain seperti selimut,” ujar Yosef kepada RRI. Ia mengatakan sejumlah mahasiswa bahkan sempat harus tidur di luar bangunan untuk mengantisipasi gempa susulan.

Pemerintah Kabupaten Ende menyalurkan paket sembako, selimut, dan makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan para mahasiswa selama masa pemulihan. Bantuan itu diharapkan dapat membantu penghuni asrama yang masih menghadapi keterbatasan pascagempa.

Pengelola asrama, Suster Teodora CIJ, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Ende yang datang langsung memberikan bantuan. Menurutnya, sebanyak 170 mahasiswa tinggal di Asrama Putri dan 14 mahasiswa menempati Asrama Putra STIPAR Ende.

Ia mengatakan hingga sehari sebelumnya para mahasiswa belum menerima bantuan dari pihak lain sejak gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Karena itu, bantuan yang diserahkan langsung oleh Bupati Ende bersama rombongan menjadi dukungan penting bagi para penghuni asrama.

Suster Teodora menuturkan, pada malam-malam awal setelah gempa, mahasiswa bersama pengelola asrama tidur di lapangan tanpa tenda. Memasuki hari kedua hingga lima hari berikutnya, mereka kemudian beristirahat di aula sambil tetap berjaga-jaga terhadap kemungkinan gempa susulan.

Setelah situasi mulai berangsur membaik, mahasiswa perlahan kembali menempati kamar masing-masing dengan pengaturan tempat tidur yang disesuaikan kondisi bangunan. Mahasiswa yang sebelumnya menempati lantai dua juga diarahkan tidur bersama teman di lantai satu sebagai langkah antisipasi.

“Kami merasa seperti bermimpi karena hari ini Bupati datang bersama Ibu dan anggota DPRD membawa bantuan untuk anak-anak kami,” ujar Suster Teodora. Ia mewakili komunitas STIPAR dan seluruh penghuni asrama menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ende atas bantuan yang diberikan.

Bantuan tersebut menjadi penopang kebutuhan pangan mahasiswa di tengah kondisi keluarga mereka yang sebagian besar juga terdampak gempa. Pemerintah Kabupaten Ende terus menggerakkan distribusi logistik melalui Posko Tanggap Darurat untuk menjangkau warga dan kelompok rentan di berbagai wilayah terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....