Waspadai Gelombang Sedang hingga Tinggi di Perairan NTT
- 28 Agt 2026 11:40 WIB
- Ende
RRI.CO.ID Ende – Masyarakat dan pelaku pelayaran di wilayah Nusa Tenggara Timur diimbau mewaspadai potensi gelombang laut kategori sedang hingga tinggi di sejumlah perairan NTT. Prakiraan cuaca maritim ini berlaku mulai Jumat, 7 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA hingga Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA.
Gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Flores, Selat Pantar, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, serta Selat Sumba bagian barat. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Laut Timor, Selat Ombai, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, perairan selatan Rote bagian timur, Selat Pukuafu, dan perairan Taman Nasional Komodo.
Prakirawan BMKG Maritim Tenau Kupang, Nimrot Adipapa, menyampaikan informasi tersebut dalam acara Info Cuaca Pro 1 RRI Ende, Jumat, 28 Agustus 2026. “Gelombang kategori sedang dapat berisiko terhadap keselamatan perahu nelayan maupun kapal tongkang,” ujarnya.
Selain gelombang sedang, gelombang kategori tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 3,5 meter berpotensi terjadi di wilayah perairan selatan Sumba dan perairan Sabu-Raijua. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian khusus karena dapat meningkatkan risiko bagi aktivitas pelayaran.
Gelombang tinggi tersebut sangat berisiko terutama bagi kapal feri yang melakukan pelayaran di wilayah perairan terdampak. Masyarakat dan operator pelayaran diminta mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan laut.
Sementara itu, kondisi cuaca secara umum di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur diperkirakan cerah berawan. Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 15 hingga 65 kilometer per jam.
Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, diimbau terus memantau prakiraan resmi BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang karena kondisi cuaca dapat berubah secara dinamis. Jika terjadi angin kencang atau gelombang tinggi, masyarakat diharapkan tidak memaksakan diri melaut demi keselamatan bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....