Perubahan Iklim Ancam Produksi Pangan Ende

  • 28 Agt 2026 11:58 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Perubahan pola musim dan kemarau panjang di Kabupaten Ende berpotensi menurunkan produksi pangan utama hingga 50 persen jika tidak diantisipasi sejak dini. Kondisi tersebut dapat memperbesar risiko gagal panen, menekan pendapatan petani, dan mengganggu ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Gadir Dean, mengatakan perubahan iklim mulai memberikan tekanan terhadap keberlanjutan usaha tani. Tanpa mitigasi yang terstruktur, produksi komoditas utama seperti padi dan jagung diproyeksikan mengalami penurunan signifikan.

“Jika perubahan iklim tidak kita antisipasi sejak sekarang, proyeksi hasil panen pangan utama bisa turun 30 hingga 50 persen. Kegagalan panen yang berulang akan menguras modal petani, memicu jeratan utang, dan membuat Ende kian bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah dengan harga tinggi,” ucap Gadir dalam Program Kentongan RRI Ende Selasa,04 Agustus 2026.

Dampak perubahan iklim, menurut Gadir, mulai dirasakan petani melalui pergeseran kalender tanam dan berkurangnya ketersediaan air. Penurunan debit bendungan serta kekeringan pada lahan persawahan musim tanam kedua atau MT-2 turut meningkatkan risiko terganggunya produksi.

Ancaman lain datang dari meningkatnya serangan Hama dan Organisme Pengganggu Tumbuhan atau OPT. Kondisi cuaca yang berubah dapat memperbesar tekanan terhadap tanaman sehingga petani menghadapi risiko kerugian berlapis, mulai dari penurunan hasil hingga meningkatnya biaya produksi.

Gadir menilai persoalan tersebut perlu direspons melalui langkah adaptasi yang dilakukan sejak perencanaan musim tanam. Pengelolaan sumber daya air, penyesuaian kalender tanam, konservasi lahan, serta penguatan kapasitas petani menjadi bagian penting untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Pemerintah Kabupaten Ende mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat kepedulian terhadap ancaman perubahan iklim terhadap sektor pertanian. Kegagalan adaptasi tidak hanya berdampak pada pendapatan keluarga petani, tetapi juga dapat memengaruhi ketersediaan dan stabilitas harga pangan bagi masyarakat Ende.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....