Pertuni NTT Dorong Kuota Kerja Disabilitas

  • 28 Agt 2026 12:07 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) NTT mendorong pemerintah dan sektor swasta membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Akses kerja yang setara dinilai menjadi kunci untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan penyandang disabilitas.

Sekretaris Pertuni NTT, Daniel Clementino, mengatakan perusahaan perlu menyediakan ruang kerja yang inklusif serta menyesuaikan fasilitas dengan kebutuhan aksesibilitas pekerja disabilitas. Menurutnya, kesempatan kerja tidak cukup hanya dibuka, tetapi harus disertai dukungan agar pekerja dapat menjalankan tugas secara mandiri.

“Kami butuh kesempatan dari pihak swasta untuk diterima sebagai bagian dari tenaga kerja. Lingkungan kerja tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan aksesibilitas,” ujar Daniel dalam Program Ruang Disabilitas dan Inklusi Pro 1 RRI Ende, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Untuk memperkuat kesiapan kerja anggota, Pertuni telah memberikan pelatihan keterampilan memijat dan teknologi informasi. Pelatihan tersebut diarahkan agar penyandang disabilitas netra memiliki keterampilan produktif sekaligus mampu memasarkan jasa secara mandiri melalui teknologi digital.

Pertuni juga menyiapkan diskusi terarah bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk membuka peluang penyerapan tenaga kerja disabilitas di sektor pariwisata NTT. Kolaborasi dengan pelaku usaha dinilai penting agar kompetensi penyandang disabilitas dapat terhubung langsung dengan kebutuhan dunia kerja.

Daniel menilai peningkatan kemandirian ekonomi harus menjadi bagian utama dalam pemberdayaan penyandang disabilitas. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan menghadirkan regulasi yang tidak berhenti pada kebijakan, tetapi mendorong penerapan kesempatan kerja yang inklusif di lapangan.

Menurutnya, keterlibatan dunia usaha akan memperluas pilihan pekerjaan sekaligus mengubah pandangan bahwa penyandang disabilitas hanya menjadi penerima bantuan. Kesempatan bekerja secara layak dapat membuka ruang bagi mereka untuk berkontribusi terhadap perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....